Sabtu, 26 Januari 2019

Stress

Sebenarnya, apa arti stress?
Pengertian Stress adalah suatu bentuk ketegangan fisik, psikis, emosi, dan mental, yang dialami oleh seseorang sehingga dapat mempengaruhi kegiatan orang tersebut.

Dari sisi psikologis, pengertian stress disebut juga sebagai suatu gangguan mental yang terjadi pada seseorang akibat adanya tekanan, baik itu tekanan dari luar maupun dari dalam dirinya sendiri.

Stres yang dialami seseorang dapat mengakibatkan menurunnya produktivitas seseorang dalam berkegiatan, bahkan dapat menimbulkan rasa sakit pada tubuh.
Namun, jika kondisi tekanan psikologis ini berlangsung cukup lama dan berlangsung terus-menerus, ini akan membahayakan kesehatan mental serta fisik Anda. Antara lain seperti:

·         masalah kesehatan jiwa seperti depresi dan gangguan kecemasan
·         penyakit jantung
·         hipertensi
·         masalah pencernaan seperti IBS
Pengertian Stress Menurut Para Ahli
Agar lebih memahami apa arti Stress, maka kita dapat merujuk pada pendapat para ahli. Berikut ini adalah pengertian stress menurut para ahli:
1. Robbins
Menurut Robbins, pengertian stress adalah suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai suatu kesempatan dimana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang.

2. Woolfolk dan Richardson
Menurut Woolfolk dan Richardson, pengertian stress adalah suatu persepsi dari ancaman atau dari suatu bayangan akan adanya ketidaksenangan yang menggerakkan, menyiagakan atau mambuat aktif organisme.

3. Hans Selye
Menurut Hans Selye, arti stress adalah respon tubuh yang bersifat tidak spesifik terhadap setiap tuntutan atau beban atasnya. Singkatnya, stress terjadi ketika seseorang mengalami beban atau tugas yang berat namun orang tersebut tidak dapat mengatasi tugas yang dibebankan.

4. H. Malayu S.P Hasibuan
Menurut Malayu S. P Hasibuan, pengertian stress adalah suatu kondisi ketegangan pada seseorang yang mempengaruhi emosi, proses berpikir, dan kondisinya. Mereka yang mengalami stres mengalami gugup, merasakan kekuatiran kronis, mudah marah, agresif, dan tidak bisa relaks.

5. Siagian
Menurut Siagian, definisi stress adalah kondisi ketegangan yang berpengaruh terhadap emosi, jalan pikiran, dan kondisi fisik seseorang.
Seberapa umumkah kondisi ini terjadi?
Kondisi kesehatan ini sangatlah umum terjadi. Stress dapat menyerang pasien pada usia berapa pun. Hal ini dapat dikendalikan dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.
Tanda-tanda & gejala
Apa saja gejala dan tanda stress?
Gejala umum dari stress bisa berupa:

·         menjadi mudah marah, frustrasi, dan murung
·         merasa kewalahan, seperti akan kehilangan kendali atau harus mengambil kendali
·         merasa kesulitan untuk bersantai dan menenangkan pikiran
·         merasa rendah diri, kesepian, tidak berharga, dan dapat berujung depresi
·         menghindari orang lain
·         tidak berenergi
·         sakit kepala
·         sakit perut
·         pegal linu, nyeri
·         insomnia
·         merasa khawatir secara terus-menerus
·         ketidakmampuan untuk fokus
·         penilaian yang buruk
·         pesimis
·         perubahan nafsu makan
·         kebiasaan gugup
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter Anda.
Kapan saya harus periksa ke dokter?
Anda harus menghubungi dokter jika mengalami salah satu dari tanda berikut ini:

·         tekanan stress terjadi sudah lama
·         memiliki masalah mental, seperti depresi, kecemasan, gangguan kepribadian
·         disfungsi seksual
·         masalah kulit seperti jerawat, psoriasis, eksim
·         rambut rontok
·         sakit perut
·         mual, pusing
·         diare atau sembelit
Penyebab Stress
Ada banyak sekali faktor penyebab stress, baik itu dari dalam diri sendiri maupun dari lingkungan. Secara garis besar, berikut ini adalah penyebab stress tersebut:

1. Faktor Individu
Penyebab stress yang paling dominan adalah berasal dari diri sendiri, keluarga, dan orang-orang terdekat. Seringkali stress yang disebabkan oleh faktor individu akan berlangsung lama.

Beberapa yang termasuk penyebab stress karena faktor individu adalah:

Masalah ekonomi
Perceraian/ perpisahan dan pertengkaran dengan pasangan
Ditinggal oleh orang yang dikasihi
Karakter atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari keluarga
Sakit keras tak kunjung sembuh
2. Faktor Lingkungan
Situasi dan kondisi lingkungan tempat tinggal akan mempengaruhi tingkat stress seseorang. Kebiasaan orang-orang di lingkungan tempat tinggal dan peristiwa yang terjadi di sekitar tempat tinggal dapat membuat seseorang mengalami stress.

Beberapa penyebab stress yang berasal dari faktor lingkungan diantaranya:
·         Tingkat kriminalitas
·         Pola hidup masyarakat
·         Situasi politik
·         Bencana alam yang terjadi (banjir, kebakaran, dan lainnya)
·         Kemajuan teknologi
3. Faktor Organisasi/ Pekerjaan
Lingkungan organisasi, baik formal maupun informal, juga dapat mengakibatkan stress pada seseorang. Salah satu contohnya adalah tekanan dari lingkungan kerja yang begitu tinggi sehingga membuat seseorang mengalami stress.

Beberapa penyebab stress yang berasal dari faktor organisasi/ pekerjaan diantaranya:

Target pekerjaan yang tinggi
Tekanan dari atasan
Persaingan yang tidak sehat antar sesama pekerja di kantor
Karir yang tak kunjung meningkat
Fasilitas kantor yang tidak memadai

Faktor-faktor risiko
Apa yang meningkatkan risiko saya terkena kondisi ini?
Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko Anda terkena stress, antara lain:

·         mengalami peristiwa traumatis di masa lalu
·         memiliki riwayat gangguan stres
·         memiliki riwayat jenis-jenis masalah mental tertentu
·         memiliki riwayat gejala disosiatif selama peristiwa traumatis
Jenis-Jenis Stress
Secara umum, stress dapat dibedakan menjadi 5 jenis. Mengacu pada pengertian stress di atas, berikut ini adalah beberapa jenis stress tersebut:

1. Stress Baik
Stress tidak selalu dipicu oleh pengalaman buruk, terkadang pengalaman baik pun bisa mengakibatkan stress pada seseorang. Misalnya pada saat pernikahan atau upacara kelulusan.

Jenis stress seperti ini berada dalam dosis yang baik untuk sistem imun manusia. Selain itu, stress baik juga membuat seseorang lebih terpacu dan menikmati proses mencapai tujuan atau impian.

2. Distres Internal
Ini merupakan jenis stress yang memberikan dampak buruk bagi orang yang mengalaminya. Distress adalah jenis stress yang bersumber dari pengalaman buruk, ancaman, perubahan situasi yang tak terduga dan tidak nyaman.

Tubuh manusia secara alami membutuhkan perasaan aman dan nyaman. Ketika timbul pengalaman buruk atau situasi yang membuat tidak nyaman, maka tubuh akan mengalami distres.

3. Distress Akut
Jenis stress ini terjadi saat seseorang mengalami peristiwa buruk yang berlalu dengan cepat. Sedangkan stres kronik terjadi saat seseorang berusaha menahan rasa stress dalam jangka waktu yang cukup lama. Kedua jenis stress ini dapat memicu timbulnya hiperstress.

4. Hipostress
Stress juga dapat terjadi ketika seseorang tidak menemukan tantangan atau kekhawatiran dalam hidupnya. Inilah yang disebut dengan hipostress.

Hipostress ini terjadi berawal dari rasa bosan yang ekstrim sehingga tidak memiliki motivasi untuk melakukan apapun dalam hidupnya. Jenis stress ini sering memicu perasaan depresi dan kesia-siaan pada seseorang.

5. Eustress
Jenis stress ini berguna bagi manusia karena akan membuat tubuh kita lebih waspada. Eustress membuat pikiran dan tubuh manusia menjadi lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan, bahkan hal ini bisa terjadi di bawah alam sadar.

Jenis stress ini membantu seseorang dalam membuat keputusan terbaik, dan memunculkan kekuatan tak disadari.
Obat & Pengobatan
Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?
Dokter umumnya akan mendiagnosis gangguan stress dengan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai peristiwa traumatis dan gejala yang Anda alami. Penyebab lain seperti masalah kesehatan, penyalahgunaan obat, efek samping medis, dan gangguan psikologis lainnya akan tidak diperhitungkan.

Tes lab atau tes diagnostik lainnya mungkin diperlukan untuk sepenuhnya menyingkirkan penyebab fisik yang mendasari gejala Anda. Jika tes-tes itu dan hasil dari pemeriksaan dokter adalah normal, dokter Anda mungkin akan berkonsultasi dengan spesialis lainnya untuk mengevaluasi dan mengobati kondisi Anda lebih lanjut.

Apa saja pengobatan untuk kondisi ini?
Dokter mungkin akan menggunakan satu atau lebih metode berikut ini untuk mengobati kondisi Anda:

·         Evaluasi psikiatri untuk menentukan penyebab kondisi ini
·         Rawat inap jika Anda berisiko untuk bunuh diri atau melukai orang lain
·         Obat untuk meredakan gejala, seperti obat-obatan anti-kecemasan, selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), dan antidepresan.
·         Terapi perilaku kognitif
·         Terapi berbasis paparan
·         Hipnoterapi
Selain beberapa cara di atas, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut juga untuk mengatasi kondisi ini.

1. Konsumsi makanan sehat
Banyak orang melampiaskan stress dengan cara makan sebanyak-banyaknya, sehingga kadang tidak memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Mau sehat atau tidak, yang penting rasa tertekan di pikiran Anda akan mereda setelah makan.

Meskipun sedang stres, Anda perlu makan makanan yang sehat juga. Anda bisa mengonsumsi alpukat, berry, kacang mede, yogurt, atau jeruk sebagai pelampiasan  Anda.

Makanan-makanan sehat tersebut dapat membantu mencegah Anda merasakan kondisi pusing pikiran dan tertekan berkepanjangan. Selain itu juga, makanan makanan tersebut mengandung nutrisi baik yang telah terbukti mampu memberikan dorongan energi, menurunkan kadar hormon kortisol, dan meningkatkan kadar hormon serotonin (hormon bahagia).



2. Belajarlah untuk bersantai
Relaksasi diyakini dapat menjadi salah satu cara menghilangkan stress. Teknik relaksasi dapat memicu respon relaksasi, yaitu keadaan fisiologis yang ditandai dengan perasaan hangat dan pikiran tenang. Ini adalah kebalikan dari respon “fight or flight”.

Teknik relaksasi juga dapat mengurangi kecemasan dan kekhawatiran. Cara ini sekaligus dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk mengatasi kondisi tertekan secara psikologis maupun fisik.

Dengan relaksasi, aliran darah ke otak meningkat dan gelombang otak bergeser dari waspada, yang menampilkan ritme beta menjadi ritme alfa yang bersifat relaks. Teknik relaksasi yang umum meliputi pernapasan dalam perut, meditasi, mendengarkan musik yang menenangkan, dan aktivitas seperti yoga dan tai chi.

3. Perluas pertemanan
Rasa kesepian membuat Anda lebih sulit untuk mengelola tekanan psikologis. Orang dengan jaringan pertemanan yang luas tidak hanya memiliki harapan hidup yang lebih besar tetapi juga memiliki risiko yang lebih sedikit terhadap banyak jenis penyakit, dibandingkan dengan orang-orang yang tidak.

Sebagai salah satu cara menghilangkan stress, cobalah untuk memperluas pergaulan, curhat dengan teman, atau bahkan menghabiskan waktu bersama orang tersayang untuk bisa segera pulih dari kondisi yang menekan psikologis Anda.

4. Bicaralah dengan terapis profesional
Konseling ke terapis psikologis juga dapat menjadi salah satu usaha atau cara Anda menghilangkan stress. Curhat ke psikolog juga dapat membantu Anda mencari cara menghilangkan masalah tekanan psikologis yang sedang mendera.

Nantinya terapis akan mendengarkan keluhan Anda, membantu Anda mengenali jenis pikiran, dan keyakinan apa yang menyebabkan Anda menjadi terlalu tertekan secara psikologis. Terapi juga dapat membantu Anda menyarankan cara-cara untuk membantu Anda berubah. Namun, ini semua tentu harus didukung dengan kemauan Anda untuk berubah, sebab keberhasilan terapis juga perlu didukung oleh niat Anda.

5. Istirahat yang cukup
Tidur dan istirahat cukup bisa menjadi salah satu cara menghilangkan stress. Sebetulnya, ini adalah pencegahan agar tubuh dan pikiran tidak gampang merasa tertekan. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa kurang tidur bisa mengacaukan mood serta kinerja otak. Jika mengalami tekanan psikologis dan Anda kurang tidur, tubuh akan semakin kewalahan untuk mempertahankan diri terhadap serangan penyakit. Maka, usahakan untuk tetap tidur yang cukup setiap malam.
Pengobatan di Rumah
Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini?
Perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini :

·         Olahraga. Olahraga membantu melepaskan penumpukan tekanan dan meningkatkan kebugaran. Olahraga dianjurkan untuk dilakukan setidaknya tiga kali per minggu untuk mendapatkan manfaat optimal. Jika Anda tidak terbiasa berolahraga, diskusikanlah dengan dokter sebelum memulai program latihan.
·         Diet sehat. Diet dapat memainkan peran penting dalam meredakan stress. Makanlah diet seimbang dan hindarilah makanan yang dapat meningkatkan tekanan, misalnya kopi, teh, dan makanan tinggi gula.
·         Relaksasi. Relaksasi adalah cara efektif untuk membantu mengurangi tekanan otot yang berkaitan dengan stress. Ada banyak teknik relaksasi, layaknya yoga, meditasi, dan pijat.
·         Ambilah kelas manajemen stress untuk mendapatkan strategi mengatasi kehidupan dan stress dengan lebih efektif.
·         Tidurlah yang cukup. Tubuh Anda  kemungkinan dapat pulih dari kondisi ini sehari setelah Anda tidur.
·         Dapatkanlah dukungan dari keluarga, teman, dan komunitas Anda. Memiliki dukungan dalam hidup dapat membuat Anda tetap sehat.





Daftar Pustaka
https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-stress.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar