Sabtu, 26 Januari 2019

Psikososial


Psikososial ??

Apasih itu ? Sejenis makanan? Sejenis minuman? Atau semacam adventure yang buat kita bahagia sampe ketujuh turunan? Okee ini berlebihan,mendingan yuks kita baca penjelasan ringan di bawah ini !
Psikososial adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara kondisi sosial seseorang dengan kesehatan mental/emosionalnya. Dari katanya, istilah psikososial melibatkan aspek psikologis dan sosial. Contohnya, hubungan antara ketakutan yang dimiliki seseorang (psikologis) terhadap bagaimana cara ia berinteraksi dengan orang lain di lingkungan sosialnya.
Seseorang yang sehat mentalnya akan bereaksi dengan cara yang positif dalam banyak situasi. Berbeda dengan orang yang tidak stabil mentalnya, ia akan bereaksi negatif terhadap segala sesuatu yang terjadi dalam hidup.

Pemikiran yang irasional (tidak rasional) merupakan salah satu tanda kurang sehatnya kondisi psikososial seseorang. Sering munculnya prasangka buruk atau pikiran negatif (negatif thinking) terhadap banyak hal yang ada dalam hidup adalah salah satu wujud nyata dari kondisi psikososial yang buruk, yang bisa mengarah pada hubungan sosial yang buruk pula.

Jika Anda ingin tahu apakah Anda termasuk orang yang memiliki kondisi psikososial yang baik (sehat), lihat beberapa tanda berikut ini:

1.       Memiliki perasaan yang baik (positif) terhadap diri sendiri

2.       Merasa nyaman berada di sekitar orang lain

3.       Mampu mengendalikan ketegangan dan kecemasan

4.       Mampu menjaga pandangan atau pikiran positifnya dalam hidup

5.       Memiliki rasa syukur terhadap apa yang dimiliki dalam hidup, bahkan untuk hal sederhana sekalipun

6.       Mampu menghormati dan menghargai alam dan lingkungan sosialnya

Istilah psikososial pertama kali digunakan oleh Erik Erikson, seorang psikolog yang meneliti tentang tahapan perkembangan emosional manusia. Teori Erik Erikson mengenai perkembangan psikososial merupakan teori terkenal mengenai kepribadian dalam ilmu psikologi. Seperti halnya Sigmund Freud, Erikson percaya bahwa kepribadian berkembang dalam beberapa tahapan.
Perkembangan psikososial adalah perkembangan yang berkaitan dengan emosi, motivasi dan perkembangan pribadi manusia serta perubahan dalam bagaimana individu berhubungan dengan orang lain.Jadi, perkembangan psikososial merupakan kepribadian yang saling berkaitan dengan hubungan social.
Menurut Erikson perkembangan psikososial adalah perkembangan persamaan ego. Persamaan ego adalah perasaan sadar yang kita kembangkan melalui interaksi sosial. Maksutnya, perkembangan ego selalu berubah berdasarkan pengalaman dan informasi baru yang kita dapatkan dalam berinteraksi dengan orang lain. Erikson juga percaya bahwa kemampuan memotivasi sikap dan perbuatan dapat membantu perkembangan menjadi positif, inilah alasan mengapa teori Erikson disebut sebagai teori perkembangan psikososial.

Perkembangan psikososial pada masa kanak-kanak di bagi dalam beberapa fase, menurut ‘Teori Psikoanalisis’ Freud (1856-1939) bahwa perkembangan psikososial manusia dibagi dalam 8 fase, dan beberapa diantara adalah fase perkembangan psikososial masa kanak-kanak (Papalia & Olds, 1995), yaitu :

1.       fase pembentukan kepercayaan vs tidak percaya (0 – 18 bulan)

2.       Fase Otonomi vs malu-malu & Ragu-ragu (18 bulan – 3 tahun)

3.       Fase Inisiatif vs merasa bersalah (3 – 6 tahun)

Adapun aspek yang mempengaruhi perkembangan psikososial adalah aspek perkembangan permainan, yang berfungsi (untuk menjelajahi lingkungan, mempelajari objek-objek di sekitarnya dan belajar memecahkan masalah, dapat meningkatkan perkembangan social), aspek perkembangan yang berhubungan dengan oranglain, perkembangan gender, serta aspek perkembangan moral.

Temperamen ??

What is it??

Temperamen adalah sesuatu yang menentukan karakteristik seseorang untuk menyesuaikan dengan individu lainnya.

Chess dan Thomas mengklasifikasikan pola temperamen dibagi menjadi 3 yakni ;





·         Anak bertemperamen muda
Yang mana pada temperamen ini anak menunjukkan suasana hati yang lebih positif.





·         Anak bertemperamen sulit
Pada temperamen ini anak menunjukkan suasana hati yang negative.





·         Anak bertemperamen lambat
Pada temperamen ini anak memiliki tingkat aktifitas rendah, agak negative dan memperlibatkan suasana hati yang intensif rendah.

Perkembangan Psikososial Erikson
Perkembangan Psikososial menurut Erikson dibagi dalam 8 tahap, sebagai berikut :

1. Kepercayaan Dasar versus Kecurigaan Dasar.

Masa Bayi, berlangsung antara 0-1 tahun, kepercayaan dasar yang paling awal terbentuk selama tahap sensorik-oral yang ditunjukkan oleh bayi lewat kapasitasnya untuk tidur dengan tenang, menyantap makanan dengan nyaman dan membuang kotoran dengan santai. Setiap hari jam-jam jaganya meningkat, bayi itu menjadi semakin biasa dengan kebiasaannya dan pengalaman-pengalaman inderawi yang dibarengi dengan perasaan yang menyenangkan dan orang -orang yang bertanggung jawab menimbulkan kenyamanan ini menjadi akrab dan dikenal oleh bayi.

Berkat kepercayaan dan keakrabannya dengan orang yang menjalankan fungsi keibuan ini, maka bayi tersebut mampu menerima bahwa orang tersebut mungkin tidak ada untuk sementara waktu. Prestasi sosial pertama yang dicapai bayi tersebut mungkin karena ia mengembangkan suatu kepastian dan kepercayaan dalam dirinya bahwa orang bersifat keibuan itu akan kembali.



Kebiasaan-kebiasaan, konsistensi, dan kontinuitas sehari -hari dalam lingkungan bayi merupakan dasar paling awal bagi berkembangnya suatu identitas psikososial. Perkembangan pada masa ini, sangat tergantung pada kualitas pemeliharaan ibu. Apabila kualitas pemeliharaan atau pengetahuan tentang perawatan anak ibu cukup maka akan dapat menumbuhkan kepribadian yang penuh kepercayaan, baik terhadap dunia luar maupun terhadap diri sendiri. Sebaliknya, jika tidak terpenuh anak akan memungkinkan jadi penakut, ragu-ragu dan khawatir terhadap dunia luar, terutama kepada manusia yang lain.

2. Otonomi versus Perasaan Malu dan Keragu-raguan.

Masa Kanak- Kanak Permulaan, berlangsung pada usia 2-3 tahun yang menentukan tumbuhnya kemauan baik dan kemauan keras, anak mempelajari apakah yang diharapkan dari dirinya, apakah kewajiban-kewajiban dan hak-haknya disertai apakah pembatasan-pembatasan yang dikenakan pada dirinya, inilah tahap saat berkembangnya kebebasan pengungkapan diri dan sifat penuh kasih sayang, rasa mampu mengendalikan diri akan menimbulkan dalam diri anak rasa memiliki kemauan baik dan bangga yang bersifat menetap, jika orang tua dapat menolak anak untuk melakukan apa yang dapat dilakukannya, tetapi tidak patut dilakukan.

Sebaliknya, orang tua dapat mendorong atau memaksa anak melakukan yang patut, sesuai batas kemampuannya. Hal ini akan menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Apabila orang tua melindungi anak berlebihan atau tidak peka terhadap rasa malu anak di hadapan orang lain dapat menumbuhkan pribadi pemalu dan ragu-ragu yang bersifat menetap.

3. Inisiatif versus Kesalahan.

Masa Bermain, berlangsung pada usia 4 tahun sampai usia sekolah. Tahap ini menumbuhkan inisiatif, suatu masa untuk memperluas penguasaan dan tanggung jawab. Selama tahap ini anak menampilkan diri lebih maju dan lebih seimbang secara fisik maupun kejiwaan, jika orang tua mampu mendorong atau memperkuat kreativitas inisiatif dari anak. Akan tetapi jika orang tua tidak memberikan kesempatan anak untuk menyelesaikan tugas- tugasnya atau terlalu banyak menggunakan hukuman verbal atas inisiatif anak, maka anak akan tumbuh sebagai pribadi yang selalu takut salah.



















DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar