Psikososial ??
Apasih itu ? Sejenis makanan? Sejenis minuman? Atau semacam
adventure yang buat kita bahagia sampe ketujuh turunan? Okee ini
berlebihan,mendingan yuks kita baca penjelasan ringan di bawah ini !
Psikososial adalah istilah yang digunakan untuk
menggambarkan hubungan antara kondisi sosial seseorang dengan kesehatan
mental/emosionalnya. Dari katanya, istilah psikososial melibatkan aspek
psikologis dan sosial. Contohnya, hubungan antara ketakutan yang dimiliki
seseorang (psikologis) terhadap bagaimana cara ia berinteraksi dengan orang
lain di lingkungan sosialnya.
Seseorang yang sehat mentalnya akan bereaksi dengan cara
yang positif dalam banyak situasi. Berbeda dengan orang yang tidak stabil
mentalnya, ia akan bereaksi negatif terhadap segala sesuatu yang terjadi dalam
hidup.
Pemikiran yang irasional (tidak rasional) merupakan salah
satu tanda kurang sehatnya kondisi psikososial seseorang. Sering munculnya
prasangka buruk atau pikiran negatif (negatif thinking) terhadap banyak hal yang
ada dalam hidup adalah salah satu wujud nyata dari kondisi psikososial yang
buruk, yang bisa mengarah pada hubungan sosial yang buruk pula.
Jika Anda ingin tahu apakah Anda termasuk orang yang
memiliki kondisi psikososial yang baik (sehat), lihat beberapa tanda berikut
ini:
1.
Memiliki perasaan yang baik (positif) terhadap
diri sendiri
2.
Merasa nyaman berada di sekitar orang lain
3.
Mampu mengendalikan ketegangan dan kecemasan
4.
Mampu menjaga pandangan atau pikiran positifnya
dalam hidup
5.
Memiliki rasa syukur terhadap apa yang dimiliki
dalam hidup, bahkan untuk hal sederhana sekalipun
6.
Mampu menghormati dan menghargai alam dan
lingkungan sosialnya
Istilah psikososial pertama kali digunakan oleh Erik
Erikson, seorang psikolog yang meneliti tentang tahapan perkembangan emosional
manusia. Teori Erik Erikson mengenai perkembangan psikososial merupakan teori
terkenal mengenai kepribadian dalam ilmu psikologi. Seperti halnya Sigmund
Freud, Erikson percaya bahwa kepribadian berkembang dalam beberapa tahapan.
Perkembangan psikososial adalah perkembangan yang berkaitan
dengan emosi, motivasi dan perkembangan pribadi manusia serta perubahan dalam
bagaimana individu berhubungan dengan orang lain.Jadi, perkembangan psikososial
merupakan kepribadian yang saling berkaitan dengan hubungan social.
Menurut Erikson perkembangan psikososial adalah perkembangan
persamaan ego. Persamaan ego adalah perasaan sadar yang kita kembangkan melalui
interaksi sosial. Maksutnya, perkembangan ego selalu berubah berdasarkan
pengalaman dan informasi baru yang kita dapatkan dalam berinteraksi dengan
orang lain. Erikson juga percaya bahwa kemampuan memotivasi sikap dan perbuatan
dapat membantu perkembangan menjadi positif, inilah alasan mengapa teori
Erikson disebut sebagai teori perkembangan psikososial.
Perkembangan psikososial pada masa kanak-kanak di bagi dalam
beberapa fase, menurut ‘Teori Psikoanalisis’ Freud (1856-1939) bahwa
perkembangan psikososial manusia dibagi dalam 8 fase, dan beberapa diantara
adalah fase perkembangan psikososial masa kanak-kanak (Papalia & Olds,
1995), yaitu :
1.
fase pembentukan kepercayaan vs tidak percaya (0
– 18 bulan)
2.
Fase Otonomi vs malu-malu & Ragu-ragu (18
bulan – 3 tahun)
3.
Fase Inisiatif vs merasa bersalah (3 – 6 tahun)
Adapun aspek yang mempengaruhi perkembangan psikososial
adalah aspek perkembangan permainan, yang berfungsi (untuk menjelajahi
lingkungan, mempelajari objek-objek di sekitarnya dan belajar memecahkan
masalah, dapat meningkatkan perkembangan social), aspek perkembangan yang
berhubungan dengan oranglain, perkembangan gender, serta aspek perkembangan
moral.
Temperamen ??
What is it??
Temperamen adalah sesuatu yang menentukan karakteristik
seseorang untuk menyesuaikan dengan individu lainnya.
Chess dan Thomas mengklasifikasikan pola temperamen dibagi
menjadi 3 yakni ;
·
Anak bertemperamen muda
Yang mana pada temperamen ini anak
menunjukkan suasana hati yang lebih positif.
·
Anak bertemperamen sulit
Pada temperamen ini anak menunjukkan suasana
hati yang negative.
·
Anak bertemperamen lambat
Pada temperamen ini anak memiliki tingkat
aktifitas rendah, agak negative dan memperlibatkan suasana hati yang intensif
rendah.
Perkembangan Psikososial Erikson
Perkembangan Psikososial menurut Erikson
dibagi dalam 8 tahap, sebagai berikut :
1. Kepercayaan Dasar versus Kecurigaan
Dasar.
Masa Bayi, berlangsung antara 0-1 tahun,
kepercayaan dasar yang paling awal terbentuk selama tahap sensorik-oral yang
ditunjukkan oleh bayi lewat kapasitasnya untuk tidur dengan tenang, menyantap
makanan dengan nyaman dan membuang kotoran dengan santai. Setiap hari jam-jam
jaganya meningkat, bayi itu menjadi semakin biasa dengan kebiasaannya dan
pengalaman-pengalaman inderawi yang dibarengi dengan perasaan yang menyenangkan
dan orang -orang yang bertanggung jawab menimbulkan kenyamanan ini menjadi
akrab dan dikenal oleh bayi.
Berkat kepercayaan dan keakrabannya dengan
orang yang menjalankan fungsi keibuan ini, maka bayi tersebut mampu menerima
bahwa orang tersebut mungkin tidak ada untuk sementara waktu. Prestasi sosial
pertama yang dicapai bayi tersebut mungkin karena ia mengembangkan suatu
kepastian dan kepercayaan dalam dirinya bahwa orang bersifat keibuan itu akan
kembali.
Kebiasaan-kebiasaan, konsistensi, dan
kontinuitas sehari -hari dalam lingkungan bayi merupakan dasar paling awal bagi
berkembangnya suatu identitas psikososial. Perkembangan pada masa ini, sangat
tergantung pada kualitas pemeliharaan ibu. Apabila kualitas pemeliharaan atau
pengetahuan tentang perawatan anak ibu cukup maka akan dapat menumbuhkan
kepribadian yang penuh kepercayaan, baik terhadap dunia luar maupun terhadap
diri sendiri. Sebaliknya, jika tidak terpenuh anak akan memungkinkan jadi
penakut, ragu-ragu dan khawatir terhadap dunia luar, terutama kepada manusia
yang lain.
2. Otonomi versus Perasaan Malu dan
Keragu-raguan.
Masa Kanak- Kanak Permulaan, berlangsung
pada usia 2-3 tahun yang menentukan tumbuhnya kemauan baik dan kemauan keras,
anak mempelajari apakah yang diharapkan dari dirinya, apakah
kewajiban-kewajiban dan hak-haknya disertai apakah pembatasan-pembatasan yang
dikenakan pada dirinya, inilah tahap saat berkembangnya kebebasan pengungkapan
diri dan sifat penuh kasih sayang, rasa mampu mengendalikan diri akan
menimbulkan dalam diri anak rasa memiliki kemauan baik dan bangga yang bersifat
menetap, jika orang tua dapat menolak anak untuk melakukan apa yang dapat
dilakukannya, tetapi tidak patut dilakukan.
Sebaliknya, orang tua dapat mendorong atau
memaksa anak melakukan yang patut, sesuai batas kemampuannya. Hal ini akan menumbuhkan
rasa percaya diri pada anak. Apabila orang tua melindungi anak berlebihan atau
tidak peka terhadap rasa malu anak di hadapan orang lain dapat menumbuhkan
pribadi pemalu dan ragu-ragu yang bersifat menetap.
3. Inisiatif versus Kesalahan.
Masa Bermain, berlangsung pada usia 4 tahun
sampai usia sekolah. Tahap ini menumbuhkan inisiatif, suatu masa untuk
memperluas penguasaan dan tanggung jawab. Selama tahap ini anak menampilkan
diri lebih maju dan lebih seimbang secara fisik maupun kejiwaan, jika orang tua
mampu mendorong atau memperkuat kreativitas inisiatif dari anak. Akan tetapi
jika orang tua tidak memberikan kesempatan anak untuk menyelesaikan tugas-
tugasnya atau terlalu banyak menggunakan hukuman verbal atas inisiatif anak,
maka anak akan tumbuh sebagai pribadi yang selalu takut salah.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar