Apakah itu Kepribadian ?
Kepribadian atau psyche adalah mencakup keseluruhan fikiran,
perasaan dan tingkahlaku, kesadaran dan ketidak sadaran. Kepribadian membimbing
manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisik. Sejak
awal kehidupan, kepribadian adalah kesatuan atau berpotensi membentuk kesatuan.
Ketika mengembangkan kepribadian, orang harus berusaha mempertahankan kesatuan
dan harmoni antar semua elemen kepribadian.
Kata kepribadian digunakan untuk menggambarkan :
·
Identitas diri, jati diri seseorang
Contoh : “Saya seorang yang pendiam”, “ Saya
seorang yang terbuka”
·
Kesan umum seseorang tentang diri anda atau
orang lain
Contoh : “dia agresif” atau “dia jujur”
·
Fungsi-fungsi kepribadian yang sehat atau
bermasalah
Contoh : “ saya seorang yang baik “ atau “
Dia pendendam”.
Kepribadian terdiri dari beberapa unsur sebagai berikut:
·
Merupakan organisasi yang dinamis, maksudnya
adalah bahwa kepribadian itu selalu berkembang dan berubah walaupun ada
organisasi sistem yang mengikat dan menghubungkan sebagai komponen kepribadian.
·
Psikofisis, ini menunjukkan bahwa kepribadian
bukanlah semata-mata neural (fisik), tetapi merupakan perpaduan kerja antara
aspek dan fisik dalam kesatuan kepribadian
·
Kepribadian berfungsu untuk menentukan, berarti bahwa kepribadian mengandung
kecenderungan-kecenderungan menentukan determinasi yang memainkan peranan aktif
dalam tingkah laku individu.
·
Unique (khas), ini menunjukkan bahwa tidak ada
dua orang yang mempunyai kepribadian yang sama.
·
Menyesuaikan diri terhadap lingkungan, ini
menunjukkan bahwa kepribadian mengantar individu dengan lingkungan fisik dan
lingkungan psikologisnya, kadang-kadang menguasainya. Jadi kepribadian adalah
sesuatu yang mempunyai fungsi atau arti adaptasi dan menentukan.
Istilah kepribadian dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan
personality. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu persona, yang
berarti topeng dan personare, yang artinya menembus. Istilah topeng berkenaan
dengan salah satu atribut yang dipakai oleh para pemain sandiwara pada jaman
Yunani kuno. Dengan topeng yang dikenakan dan diperkuat dengan gerak-gerik dan
apa yang diucapkan, karakter dari tokoh yang diperankan tersebut dapat menembus
keluar, dalam arti dapat dipahami oleh para penonton.
Dari sejarah pengertian kata personality tersebut, kata
persona yang semua berarti topeng, kemudian diartikan sebagai pemaiannya
sendiri, yang memainkan peranan seperti digambarkan dalam topeng tersebut. Dan
sekarang ini istilah personality oleh para ahli dipakai untuk menunjukkan suatu
atribut tentang individu, atau untuk menggambarkan apa, mengapa, dan bagaimana
tingkah laku manusia.
Definisi-definisi Kepribadian
Banyak ahli yang telah merumuskan definisi kepribadian
berdasarkan paradigma yang merekla yakini dan focus analisis dari teori yang
mereka kembangkan. Dengan demikian akan dijumpai banyak variasi definisi
sebanyak ahli yang merumuskannya. Berikut ini dikemukakan beberapa ahli yang
definisinya dapat dipakai acuan dalam mempelajari kepribadian.
•
GORDON W. W ALLPORT
Pada
mulanya Allport mendefinisikan kepribadian sebagai “What a man really is.”
Tetapi definisi tersebut oleh Allport dipandang tidak memadai lalu dia merevisi
definisi tersebut (Soemadi Suryabrata, 2005) Definisi yang kemudian dirumuskan
oleh Allport adalah: “Personality is the dynamic organization within the
individual of those psychophysical systems that determine his unique
adjustments to his environment” (Singgih Dirgagunarso, 1998).
Pendapat
Allport di atas bila diterjemahkan menjadi : Kepribadian adalah organisasi
dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan caranya yang
khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan.
•
KRECH dan CRUTCHFIELD
David
Krech DAN Richard S. Crutchfield (1969) dalam bukunya yang berjudul Elelemnts
of Psychology merumuskan definsi kepribadian sebagai berikut : “Personality is
the integration of all of an individual’s characteristics into a unique
organization that determines, and is modified by, his attemps at adaption to
his continually changing environment.”
Kepribadian
adalah integrasi dari semua karakteristik individu ke dalam suatu kesatuan yang
unik yang menentukan, dan yang dimodifikasi oleh usaha-usahanya dalam
menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah terus-menerus
•
ADOLF HEUKEN, S.J.
Adolf
Heuken S.J. dkk. dalam bukunya yang berjudul Tantangan Membina Kepribadian (1989), menyatakan sebagai
berikut.
“Kepribadian adalah pola menyeluruh semua kemampuan,
perbuatan serta kebiasaan seseorang, baik yang jasmani, mental, rohani, emosional
maupun yang sosial. Semuanya ini telah ditatanya dalam caranya yang khas di
bawah beraneka pengaruh dari luar. Pola ini terwujud dalam tingkah lakunya,
dalam usahanya menjadi manusia sebagaimana dikehendakinya”.
Berdasarkan definisi dari Allport, Kretch dan Crutchfield,
serta Heuken dapat disimpulkan pokok-pokok pengertian kepribadian sebagai
berikut.
•
Kepribadian merupakan kesatuan yang kompleks,
yang terdiri dari aspek psikis, seperti : inteligensi, sifat, sikap, minat,
cita-cita, dst. serta aspek fisik, seperti : bentuk tubuh, kesehatan jasmani,
dst.
•
Kesatuan dari kedua aspek tersebut berinteraksi
dengan lingkungannya yang mengalami perubahan secara terus-menerus, dan
terwujudlah pola tingkah laku yang khas atau unik.
•
Kepribadian bersifat dinamis, artinya selalu
mengalami perubahan, tetapi dalam perubahan tersebut terdapat pola-pola yang
bersifat tetap.
•
Kepribadian terwujud berkenaan dengan
tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh individu.
Penggunaan kata kepribadian seringkali disamaartikan dengan beberapa
kata lain, seperti watak, karakter, atau temperamen. Namun, kata-kata tersebut
memiliki makna yang berbeda apabila dibawa dalam kajian psikologi. Antara lain:
1.
Kepribadian, penggambaran tingkah laku secara
deskriptif tanpa memberi nilai.
2.
Karakter, penggambaran tingkah laku dengan
menonjolkan nilai secara eksplisit maupun implisit, seperti benar salah dan
baik buruk.
3.
Watak, karakter yang telah lama dimilikidan
sampai sekarang belum berubah.
4.
Temperamen, kepribadian yang berkaitan erat
dengan determinan biologis dan fisiologis serta berkaitan dengna hereditas.
5.
Sifat, respon yang senada terhadap sekelompok
stimuli yang mirip dan berlangsung dalam kurun waktu yang relatif lama.
CIRI UTAMA DEFINISI KEPRIBADIAN
Dari beberapa kemiripan definisi dari beragam kata tersebut.
Maka secara umum, definisi kepribadian memiliki lima ciri utama dalam
deskripsinya yang dirangkum dari beberapa pengertian para ahli, yaitu:
Kepribadian bersifat umum. kepribadian menunjuk pada sifat
umum individu (pikiran, perasaan, dan tingkah laku) yang berpengaruh secara
sistemik terhadap keseluruhan tingkah laku individu.
Kepribadian bersifat khas. Kepribadian dipakai untuk
menjelaskan sifat individu yang membedakan dirinya dengan orang lain.
Kepribadian berjangka lama. Kepribadian dipakai untuk
menggambarkan sifat individu yang awet dan tidak mudah berubah sepanjang hayat.
Perubahan dapat terjadi secara bertahap akibat respon terhadap suatu kejadian
yang luar biasa.
Kepribadian bersifat kesatuan. Kepribadian memandang diri
sebagai suatu unit tunggal, struktur dan organisasi internal hipoteteki yang
membentuk kesatuan dan konsistensi
Kepribadian bisa berfungsi baik dan buruk. kepribadian
dipandang sebagai cara bagaimana orang berada di dunia, ada yang tampil dengan
pribadi yang kuat, namun ada juga yang tampil sebagai pribadi yang rapuh.
Konsep Kepribadian
Ada beberapa konsep yang berhubungan erat dengan kepribadian
bahkan kadang-kadang disamakan dengan kepribadian. Konsep-konsep yang
berhubungan dengan kepribadian adalah (Alwisol, 2005) :
1.
Character (karakter) 2, yaitu penggambaran
tingkah laku dengan menonjolkan nilai (banar-salah, baik-buruk) baik secara
eksplisit maupun implisit.
2.
Temperament (temperamen) 2, yaitu kepribadian
yang berkaitan erat dengan determinan biologis atau fisiologis.
3.
Traits (sifat-sifat) 2, yaitu respon yang senada
atau sama terhadap sekolompok stimuli yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu
(relatif) lama.
4.
Type attribute (ciri) 5, mirip dengan sifat,
namun dalam kelompok stimuli yang lebih terbatas.
5.
Habit (kebiasaan) 4, merupakan respon yang sama
dan cenderung berulang untuk stimulus yang sama pula.
Konsep-konsep di atas sebenarnya merupakan aspek-aspek atau
komponen-komponen kepribadian karena pembicaraan mengenai kepribadian
senantiasa mencakup apa saja yang ada di dalamnya, seperti karakter,
sifat-sifat, dst. Interaksi antara berbagai aspek tersebut kemudian terwujud
sebagai kepribadian.
Usaha Mempelajari Kepribadian
Usaha-usaha untuk mengerti perilaku atau menyingkap
kepribadian manu-sia sudah lama dilakukan dimulai dengan cara yang paling
sederhana, yang tergolong pendekatan nonilmiah, sampai dengan cara-cara modern
atau pendekatan ilmiah.
Dari cara-cara yang sangat sederhana lahirlah pengetahuan-
pengetahuan yang bersifat spekulatif, dalam arti kebenarannya tidak bisa
dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Ada beberapa pengetahuan yang menjelaskan
kepribadian secara spekulatif. Pengetahuan seperti ini disebut juga ilmu semu
(pseudo science).
Yang termasuk ilmu-ilmu semu antara lain sebagai berikut
(Sumadi Suryabrata, 2005).
•
Chirologi 1, yaitu pengetahuan yang berusaha
mempelajari kepribadian manusia berdasarkan gurat-gurat tangan.
•
Astrologi 1, adalah pengetahuan yang berusaha
menjelaskan kepribadian atas dasar dominasi benda-benda angkasa terhadap apa
yang sedang sedang terjadi di alam, termasuk waktu kelahiran seseorang.
•
Grafologi 2, merupakan pengetahuan yang berusaha
menjelaskan kepri-badian atas dasar tulisan tangan.
•
Phisiognomi 2, adalah pengetahuan yang berusaha
menjelaskan kepriba-dian atas dasar keadaan wajah.
•
Phrenologi 1, merupakan pengetahuan yang
berusaha menjelaskan kepri-badian berdasarkan keadaan tengkorak.
•
Onychology 1, pengetahuan yang berusaha
menjelaskan kepribadian atas dasar keadaan kuku.
Cara mempelajari kepribadian yang dipandang lebih maju
(Sumadi Suryabrata, 2005) menghasilkan bermacam-macam tipologi. Sedangkan usaha
mempelajari kepribadian dengan pendekatan ilmiah menghasilkan bermacam-macam
teori kepribadian.
Kepribadian merupakan jawaban atas pertanyaan sekitar apa,
mengapa, dan bagaimana tentang perilaku manusia.
Dalam melihat kepribadian, terdapat beberapa teori tentang
kepribadian, dimana setiap kepribadian terdapat dimensi-dimensi sebagai berikut
(Pervin dalam Supratiknya, 1995):
1.
Pembahasan tentang struktur, yaitu aspek-aspek
kepribadian yang bersifat relatif stabil dan menetap, serta yang merupakan
unsur-unsur pembentuk sosok kepribadian.
2.
Pembahasan tentang proses, yaitu konsep-konsep
tentang motivasi untuk menjelaskan dinamika tingkah laku atau kepribadian.
3.
Pembahasan tentang pertumbuhan dan perkembangan,
yaitu aneka perubahan pada struktur sejak masa bayi sampai mencapai kemasakan,
perubahan-perubahan pada proses yang menyertainya, serta berbagai faktor yang
menentukannya.
4.
Pembahasan tentang psikopatologi, yaitu hakikat
gangguan kepribadian atau tingkah laku beserta asal-usul atau proses
perkembangannya.
5.
Pembahasan tentang perubahan tingkah laku, yaitu
konsepsi tentang bagaimana tingkah laku bisa dimodifikasi atau diubah.
Anggapan Dasar Manusia
Setiap orang, termasuk teoris kepribadian, memiliki
anggapan-anggapan dasar (basic assumtions) tertentu tentang manusia yang oleh
George Boeree disebut asumsi-asumsi filosofis (Boeree, 2005).
Anggapan-anggapan dasar yang diperoleh melalui hubungan
pribadi atau pengalaman- pengalaman sosial ini secara nyata akan mempengaruhi
persepsi dan tindakan manusia terhadap sesamanya. Dalam konteks para teoris
kepribadian, anggapan-anggapan dasar ini mempengaruhi konstruksi dan isi teori
kepribadian yang disusunnya.
Anggapan-anggapan dasar tentang manusia yang mempengaruhi
atau mewarnai teori-teori kepribadian adalah sebagai berikut.
•
Kebebasan – ketidak bebebasan
•
Rasionalitas – irasionalitas
•
Holisme – elementalisme
•
Konstitusionalisme – environmentalisme
•
Berubah – tidak berubah
•
Subjektivitas – objektivitas
•
Proaktif – reaktif
•
Homeostatis – heterostatis
•
Dapat diketahui – tidak dapat diketahui
Untuk lebih memahami kepribadian manusia, maka diperlukan
teori-teori sebagai penunjang untuk lebih memahami apa arti dari kepribadian.
Teori kepribadian sendiri telah dikasilfikasikan ke dalam beberapa kelompok
dengan menggunakan acuan tertentu yaitu paradigma yang dipakai untuk
mengembangkannya.
Boeree (2005) menyatakan bahwa ada 3 orientasi atau kekuatan
besar dalam teori kepribadian, yaitu :
1.
Teori Psikodinamika 2 beserta aliran-aliran yang
dikembangkan atas paradigma yang sama atau hampir sama, yang dipandang sebagai
kekuatan pertama.
2.
Teori Behavioristik yang dipandang sebagai
kekuatan kedua.
3.
Teori Humanistik 1, yang dinyatakan sebagai
kekuatan ketiga
Kepribadian atau personality berasal dari kata persona, yang
berati topeng. Bisa dibilang bahwa arti kepribadian secara bahasa adalah topeng
yang digunakan seseorang untuk menampilkan dirinya pada dunia luar. Meskipun
dianggap sebagai topeng yang ditunjukkan seseorang kepada dunia luar, ilmu
psikologi kepribadian meyakini bahwa kepribadian bukan hanya topeng di luar
saja, namun juga lebih dari sekedar penampilan luar, yaitu mencerminkan apa
yang dirasakan dan dipikirkan oleh seseorang.
Feist dan Feist, yang mengarang buku mengenai Psikologi
Kognitif mengatakan bahwa arti kepribadian adalah sebuah sistem fisik dan
psikologis yang meliputi berbagai macam perilaku yang terlihat, serta pikiran
yang tidak terlihat. Hal ini menunjukkan bahwa kepribadian merupakan gabungan
dari perilaku secara fisik, dan juga bagaimana seseorang berpikir tentang
sesuatu. Jadi, ketika anda sudah mulai berpikir tentang sesuatu, itu sudah
termasuk ke dalam kepribadian anda. Begitupun ketika anda melakukan suatu hal
yang dapat diamati secara langsung, itu juga merupakan bagian dari kepribadian
anda.
Allport mengatakan bahwa arti kepribadian adalah organisasi
yang dinamis. Dimana dalam hal ini, individu adalah sebuah sistem psikofisik
yang menentukan cara menyesuaikan dirinya yang khas di dalam berbagai macam
lingkungan. Dapat disimpulkan bahwa Allport memandang kepribadian sebagai
sebuah alat penyesuaian diri manusia di dalam berbagai situasi .
Secara umum, kepribadian memang dapat dilihat dengan
berbagai macam cara. Cara termudah dalam melihat kecenderungan kepribadian
seseorang adalah dengan melihat dan mengamati alias melakukan observasi.
Daftar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar