Sabtu, 26 Januari 2019

Kepribadian


Apakah itu Kepribadian ?
Kepribadian atau psyche adalah mencakup keseluruhan fikiran, perasaan dan tingkahlaku, kesadaran dan ketidak sadaran. Kepribadian membimbing manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisik. Sejak awal kehidupan, kepribadian adalah kesatuan atau berpotensi membentuk kesatuan. Ketika mengembangkan kepribadian, orang harus berusaha mempertahankan kesatuan dan harmoni antar semua elemen kepribadian.

Kata kepribadian digunakan untuk menggambarkan :

·         Identitas diri, jati diri seseorang
Contoh : “Saya seorang yang pendiam”, “ Saya seorang yang terbuka”

·         Kesan umum seseorang tentang diri anda atau orang lain
Contoh : “dia agresif” atau “dia jujur”

·         Fungsi-fungsi kepribadian yang sehat atau bermasalah
Contoh : “ saya seorang yang baik “ atau “ Dia pendendam”.

Kepribadian terdiri dari beberapa unsur sebagai berikut:

·         Merupakan organisasi yang dinamis, maksudnya adalah bahwa kepribadian itu selalu berkembang dan berubah walaupun ada organisasi sistem yang mengikat dan menghubungkan sebagai komponen kepribadian.

·         Psikofisis, ini menunjukkan bahwa kepribadian bukanlah semata-mata neural (fisik), tetapi merupakan perpaduan kerja antara aspek dan fisik dalam kesatuan kepribadian

·         Kepribadian berfungsu untuk menentukan,        berarti  bahwa  kepribadian        mengandung kecenderungan-kecenderungan menentukan determinasi yang memainkan peranan aktif dalam tingkah laku individu.

·         Unique (khas), ini menunjukkan bahwa tidak ada dua orang yang mempunyai kepribadian yang sama.

·         Menyesuaikan diri terhadap lingkungan, ini menunjukkan bahwa kepribadian mengantar individu dengan lingkungan fisik dan lingkungan psikologisnya, kadang-kadang menguasainya. Jadi kepribadian adalah sesuatu yang mempunyai fungsi atau arti adaptasi dan menentukan.

Istilah kepribadian dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan personality. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu persona, yang berarti topeng dan personare, yang artinya menembus. Istilah topeng berkenaan dengan salah satu atribut yang dipakai oleh para pemain sandiwara pada jaman Yunani kuno. Dengan topeng yang dikenakan dan diperkuat dengan gerak-gerik dan apa yang diucapkan, karakter dari tokoh yang diperankan tersebut dapat menembus keluar, dalam arti dapat dipahami oleh para penonton.

Dari sejarah pengertian kata personality tersebut, kata persona yang semua berarti topeng, kemudian diartikan sebagai pemaiannya sendiri, yang memainkan peranan seperti digambarkan dalam topeng tersebut. Dan sekarang ini istilah personality oleh para ahli dipakai untuk menunjukkan suatu atribut tentang individu, atau untuk menggambarkan apa, mengapa, dan bagaimana tingkah laku manusia.
Definisi-definisi Kepribadian
Banyak ahli yang telah merumuskan definisi kepribadian berdasarkan paradigma yang merekla yakini dan focus analisis dari teori yang mereka kembangkan. Dengan demikian akan dijumpai banyak variasi definisi sebanyak ahli yang merumuskannya. Berikut ini dikemukakan beberapa ahli yang definisinya dapat dipakai acuan dalam mempelajari kepribadian.

                    GORDON W. W ALLPORT
Pada mulanya Allport mendefinisikan kepribadian sebagai “What a man really is.” Tetapi definisi tersebut oleh Allport dipandang tidak memadai lalu dia merevisi definisi tersebut (Soemadi Suryabrata, 2005) Definisi yang kemudian dirumuskan oleh Allport adalah: “Personality is the dynamic organization within the individual of those psychophysical systems that determine his unique adjustments to his environment” (Singgih Dirgagunarso, 1998).

Pendapat Allport di atas bila diterjemahkan menjadi : Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan.

                    KRECH dan CRUTCHFIELD
David Krech DAN Richard S. Crutchfield (1969) dalam bukunya yang berjudul Elelemnts of Psychology merumuskan definsi kepribadian sebagai berikut : “Personality is the integration of all of an individual’s characteristics into a unique organization that determines, and is modified by, his attemps at adaption to his continually changing environment.”

Kepribadian adalah integrasi dari semua karakteristik individu ke dalam suatu kesatuan yang unik yang menentukan, dan yang dimodifikasi oleh usaha-usahanya dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah terus-menerus

                    ADOLF HEUKEN, S.J.
Adolf Heuken S.J. dkk. dalam bukunya yang berjudul Tantangan Membina   Kepribadian (1989), menyatakan sebagai berikut.

“Kepribadian adalah pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan serta kebiasaan seseorang, baik yang jasmani, mental, rohani, emosional maupun yang sosial. Semuanya ini telah ditatanya dalam caranya yang khas di bawah beraneka pengaruh dari luar. Pola ini terwujud dalam tingkah lakunya, dalam usahanya menjadi manusia sebagaimana dikehendakinya”.

Berdasarkan definisi dari Allport, Kretch dan Crutchfield, serta Heuken dapat disimpulkan pokok-pokok pengertian kepribadian sebagai berikut.

                    Kepribadian merupakan kesatuan yang kompleks, yang terdiri dari aspek psikis, seperti : inteligensi, sifat, sikap, minat, cita-cita, dst. serta aspek fisik, seperti : bentuk tubuh, kesehatan jasmani, dst.
                    Kesatuan dari kedua aspek tersebut berinteraksi dengan lingkungannya yang mengalami perubahan secara terus-menerus, dan terwujudlah pola tingkah laku yang khas atau unik.
                    Kepribadian bersifat dinamis, artinya selalu mengalami perubahan, tetapi dalam perubahan tersebut terdapat pola-pola yang bersifat tetap.
                    Kepribadian terwujud berkenaan dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh individu.
Penggunaan kata kepribadian seringkali disamaartikan dengan beberapa kata lain, seperti watak, karakter, atau temperamen. Namun, kata-kata tersebut memiliki makna yang berbeda apabila dibawa dalam kajian psikologi. Antara lain:

1.       Kepribadian, penggambaran tingkah laku secara deskriptif tanpa memberi nilai.
2.       Karakter, penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai secara eksplisit maupun implisit, seperti benar salah dan baik buruk.
3.       Watak, karakter yang telah lama dimilikidan sampai sekarang belum berubah.
4.       Temperamen, kepribadian yang berkaitan erat dengan determinan biologis dan fisiologis serta berkaitan dengna hereditas.
5.       Sifat, respon yang senada terhadap sekelompok stimuli yang mirip dan berlangsung dalam kurun waktu yang relatif lama.
CIRI UTAMA DEFINISI KEPRIBADIAN
Dari beberapa kemiripan definisi dari beragam kata tersebut. Maka secara umum, definisi kepribadian memiliki lima ciri utama dalam deskripsinya yang dirangkum dari beberapa pengertian para ahli, yaitu:

Kepribadian bersifat umum. kepribadian menunjuk pada sifat umum individu (pikiran, perasaan, dan tingkah laku) yang berpengaruh secara sistemik terhadap keseluruhan tingkah laku individu.
Kepribadian bersifat khas. Kepribadian dipakai untuk menjelaskan sifat individu yang membedakan dirinya dengan orang lain.
Kepribadian berjangka lama. Kepribadian dipakai untuk menggambarkan sifat individu yang awet dan tidak mudah berubah sepanjang hayat. Perubahan dapat terjadi secara bertahap akibat respon terhadap suatu kejadian yang luar biasa.
Kepribadian bersifat kesatuan. Kepribadian memandang diri sebagai suatu unit tunggal, struktur dan organisasi internal hipoteteki yang membentuk kesatuan dan konsistensi
Kepribadian bisa berfungsi baik dan buruk. kepribadian dipandang sebagai cara bagaimana orang berada di dunia, ada yang tampil dengan pribadi yang kuat, namun ada juga yang tampil sebagai pribadi yang rapuh.
Konsep Kepribadian
Ada beberapa konsep yang berhubungan erat dengan kepribadian bahkan kadang-kadang disamakan dengan kepribadian. Konsep-konsep yang berhubungan dengan kepribadian adalah (Alwisol, 2005) :

1.       Character (karakter) 2, yaitu penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai (banar-salah, baik-buruk) baik secara eksplisit maupun implisit.
2.       Temperament (temperamen) 2, yaitu kepribadian yang berkaitan erat dengan determinan biologis atau fisiologis.
3.       Traits (sifat-sifat) 2, yaitu respon yang senada atau sama terhadap sekolompok stimuli yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu (relatif) lama.
4.       Type attribute (ciri) 5, mirip dengan sifat, namun dalam kelompok stimuli yang lebih terbatas.
5.       Habit (kebiasaan) 4, merupakan respon yang sama dan cenderung berulang untuk stimulus yang sama pula.
Konsep-konsep di atas sebenarnya merupakan aspek-aspek atau komponen-komponen kepribadian karena pembicaraan mengenai kepribadian senantiasa mencakup apa saja yang ada di dalamnya, seperti karakter, sifat-sifat, dst. Interaksi antara berbagai aspek tersebut kemudian terwujud sebagai kepribadian.
Usaha Mempelajari Kepribadian
Usaha-usaha untuk mengerti perilaku atau menyingkap kepribadian manu-sia sudah lama dilakukan dimulai dengan cara yang paling sederhana, yang tergolong pendekatan nonilmiah, sampai dengan cara-cara modern atau pendekatan ilmiah.

Dari cara-cara yang sangat sederhana lahirlah pengetahuan- pengetahuan yang bersifat spekulatif, dalam arti kebenarannya tidak bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Ada beberapa pengetahuan yang menjelaskan kepribadian secara spekulatif. Pengetahuan seperti ini disebut juga ilmu semu (pseudo science).

Yang termasuk ilmu-ilmu semu antara lain sebagai berikut (Sumadi Suryabrata, 2005).

                    Chirologi 1, yaitu pengetahuan yang berusaha mempelajari kepribadian manusia berdasarkan gurat-gurat tangan.
                    Astrologi 1, adalah pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian atas dasar dominasi benda-benda angkasa terhadap apa yang sedang sedang terjadi di alam, termasuk waktu kelahiran seseorang.
                    Grafologi 2, merupakan pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepri-badian atas dasar tulisan tangan.
                    Phisiognomi 2, adalah pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepriba-dian atas dasar keadaan wajah.
                    Phrenologi 1, merupakan pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepri-badian berdasarkan keadaan tengkorak.
                    Onychology 1, pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian atas dasar keadaan kuku.
Cara mempelajari kepribadian yang dipandang lebih maju (Sumadi Suryabrata, 2005) menghasilkan bermacam-macam tipologi. Sedangkan usaha mempelajari kepribadian dengan pendekatan ilmiah menghasilkan bermacam-macam teori kepribadian.
Kepribadian merupakan jawaban atas pertanyaan sekitar apa, mengapa, dan bagaimana tentang perilaku manusia.

Dalam melihat kepribadian, terdapat beberapa teori tentang kepribadian, dimana setiap kepribadian terdapat dimensi-dimensi sebagai berikut (Pervin dalam Supratiknya, 1995):

1.       Pembahasan tentang struktur, yaitu aspek-aspek kepribadian yang bersifat relatif stabil dan menetap, serta yang merupakan unsur-unsur pembentuk sosok kepribadian.
2.       Pembahasan tentang proses, yaitu konsep-konsep tentang motivasi untuk menjelaskan dinamika tingkah laku atau kepribadian.
3.       Pembahasan tentang pertumbuhan dan perkembangan, yaitu aneka perubahan pada struktur sejak masa bayi sampai mencapai kemasakan, perubahan-perubahan pada proses yang menyertainya, serta berbagai faktor yang menentukannya.
4.       Pembahasan tentang psikopatologi, yaitu hakikat gangguan kepribadian atau tingkah laku beserta asal-usul atau proses perkembangannya.
5.       Pembahasan tentang perubahan tingkah laku, yaitu konsepsi tentang bagaimana tingkah laku bisa dimodifikasi atau diubah.

Anggapan Dasar Manusia
Setiap orang, termasuk teoris kepribadian, memiliki anggapan-anggapan dasar (basic assumtions) tertentu tentang manusia yang oleh George Boeree disebut asumsi-asumsi filosofis (Boeree, 2005).

Anggapan-anggapan dasar yang diperoleh melalui hubungan pribadi atau pengalaman- pengalaman sosial ini secara nyata akan mempengaruhi persepsi dan tindakan manusia terhadap sesamanya. Dalam konteks para teoris kepribadian, anggapan-anggapan dasar ini mempengaruhi konstruksi dan isi teori kepribadian yang disusunnya.

Anggapan-anggapan dasar tentang manusia yang mempengaruhi atau mewarnai teori-teori kepribadian adalah sebagai berikut.

                    Kebebasan – ketidak bebebasan
                    Rasionalitas – irasionalitas
                    Holisme – elementalisme
                    Konstitusionalisme – environmentalisme
                    Berubah – tidak berubah
                    Subjektivitas – objektivitas
                    Proaktif – reaktif
                    Homeostatis – heterostatis
                    Dapat diketahui – tidak dapat diketahui
Untuk lebih memahami kepribadian manusia, maka diperlukan teori-teori sebagai penunjang untuk lebih memahami apa arti dari kepribadian. Teori kepribadian sendiri telah dikasilfikasikan ke dalam beberapa kelompok dengan menggunakan acuan tertentu yaitu paradigma yang dipakai untuk mengembangkannya.

Boeree (2005) menyatakan bahwa ada 3 orientasi atau kekuatan besar dalam teori kepribadian, yaitu :

1.       Teori Psikodinamika 2 beserta aliran-aliran yang dikembangkan atas paradigma yang sama atau hampir sama, yang dipandang sebagai kekuatan pertama.
2.       Teori Behavioristik yang dipandang sebagai kekuatan kedua.
3.       Teori Humanistik 1, yang dinyatakan sebagai kekuatan ketiga

Kepribadian atau personality berasal dari kata persona, yang berati topeng. Bisa dibilang bahwa arti kepribadian secara bahasa adalah topeng yang digunakan seseorang untuk menampilkan dirinya pada dunia luar. Meskipun dianggap sebagai topeng yang ditunjukkan seseorang kepada dunia luar, ilmu psikologi kepribadian meyakini bahwa kepribadian bukan hanya topeng di luar saja, namun juga lebih dari sekedar penampilan luar, yaitu mencerminkan apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh seseorang.

Feist dan Feist, yang mengarang buku mengenai Psikologi Kognitif mengatakan bahwa arti kepribadian adalah sebuah sistem fisik dan psikologis yang meliputi berbagai macam perilaku yang terlihat, serta pikiran yang tidak terlihat. Hal ini menunjukkan bahwa kepribadian merupakan gabungan dari perilaku secara fisik, dan juga bagaimana seseorang berpikir tentang sesuatu. Jadi, ketika anda sudah mulai berpikir tentang sesuatu, itu sudah termasuk ke dalam kepribadian anda. Begitupun ketika anda melakukan suatu hal yang dapat diamati secara langsung, itu juga merupakan bagian dari kepribadian anda.

Allport mengatakan bahwa arti kepribadian adalah organisasi yang dinamis. Dimana dalam hal ini, individu adalah sebuah sistem psikofisik yang menentukan cara menyesuaikan dirinya yang khas di dalam berbagai macam lingkungan. Dapat disimpulkan bahwa Allport memandang kepribadian sebagai sebuah alat penyesuaian diri manusia di dalam berbagai situasi .

Secara umum, kepribadian memang dapat dilihat dengan berbagai macam cara. Cara termudah dalam melihat kecenderungan kepribadian seseorang adalah dengan melihat dan mengamati alias melakukan observasi.











Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar