Sabtu, 26 Januari 2019

Etos Kerja


Apa itu Etos Kerja
Pengertian etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau sesuatu kelompok.
Kata etos berasal dari bahasa Yunani, yakni ethos yang berarti sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu.
Etos juga dapat diartikan sebagai thumuhat yang berkehendak atau berkemauan yang disertai semangat yang tinggi dalam rangka mencapai cita-cita yang positif.
Sikap etos tidak hanya dimiliki oleh individu saja, melainkan dapat dimiliki oleh kelompuk ataupun masyarakat.
Pengetian Menurut Para Ahli
Dibawah ini merupakan definisi etos kerja yang dikemukakan oleh para ahli, yaitu :
Mydral dalam Suseno (1999:123)
Menurut Mydral terdapat 12 (dua belas) etos kerja yang dianggap sangat penting didalam menyukseskan pembangunan, yakni sebagai berikut.

·         Efisien.
·         Kejujuran.
·         Sikap tepat waktu.
·         Kesederhanaan.
·         Kerajinan.
·         Mengikuti rasio dalam mengambil keputusan dan tindakan.
·         Sikap bekerja sama.
·         Sikap bersandar pada kekuatan sendiri.
·         Sikap mau bekerja sama.
·         Kesediaan untuk berubah.
·         Kecepatan dalam menggunakan kesempatan.
·         Kesediaan memandang jauh ke depan.


Fungsi Etos Kerja
Dibawah ini merupakan beberapa Fungsi Etos Kerja diantaranya sebagai berikut sebagai berikut:

·         Fungsi etos kerja sebagai pendorong timbulnya perbuatan.
·         Fungsi etos kerja sebagai penggairah dalam aktivitas.
·         Etos kerja berfungsi sebagai penggerak.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi Etos Kerja
Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi etos kerja menurut Anoraga, 2001:52, yakni :
Agama
Pada dasarnya agama adalah suatu sistem nilai yang akan mempengaruhi atau menentukan pola hidup para penganutnya. Cara berpikir, bersikap dan bertindak seseorang tentu diwarnai oleh ajaran agama yang dianut apabila seseorang tersebut sungguh-sungguh dalam kehidupan beragama.
Budaya
Sikap mental, tekad, disiplin, dan semangat kerja masyarakat disebut juga sebagai etos budaya dan secara operasional etos budaya ini juga disebut sebagai etos kerja.
Kualitas etos kerja tersebut ditentukan oleh sistem orientasi nilai budaya masyarakat yang bersangkutan.
Sosial Politik
Tinggi rendahnya etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur politik yang mendorong masyarakat untuk bekerja keras dan bisa menikmati hasil kerja keras dengan penuh.

Kondisi Lingkungan/Geografis
Lingkungan alam yang mendukung mempengaruhi manusia yang berada di dalamnya melakukan usaha guna bisa mengelola dan mengambil manfaat, dan bahkan bisa mengundang pendatang untuk turut mencari penghidupan di lingkungan tersebut.

Pendidikan
Etos kerja tidak dapat dipisahkan dengan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan sumber daya manusia akan membuat seseorang mempunyai etos kerja keras.

Struktur Ekonomi
Tinggi rendahnya etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur ekonomi, yang dapat memberikan insentif bagi anggota masyarakat guna bekerja keras dan menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh.

Motivasi Intrinsik Individu
Individu yang hendak mempunyai etos kerja yang tinggi ialah individu yang bermotivasi tinggi. Etos kerja adalah suatu pandangan dan sikap yang didasari oleh nilai-nilai yang diyakini seseorang.

Ciri-Ciri Etos Kerja
Berikut ini adalah ciri-ciri yang mencerminkan sikap etos kerja adalah :

Kecanduan Terhadap Waktu
Salah satu esensi dan hakikat dari etos kerja yaitu cara seseorang menghayati, memahami, dan merasakan betapa berharganya waktu.

Dia sadar bahwa waktu merupakan netral dan terus merayap dari detik ke detik dan dia pun sadar bahwa sedetik yang lalu tak akan pernah kembali lagi.

Memiliki Moralitas yang Bersih (Ikhlas).
Salah satu kompetensi moral yang dimiliki oleh seorang yang berbudaya kerja ialah nilai keihklasan. Sebab ikhlas adalah bentuk dari cinta, bentuk kasih sayang dan pelayanan tanpa ikatan.

Sikap ikhlas tidak hanya output dari cara dirinya melayani, melainkan pula input atau masukan yang membentuk kepribadiannya didasarkan pada sikap yang bersih.

Memiliki Kejujuran
Kejujuran tidak datang dari luar, akan tetapi bisikan dari kalbu yang terus menerus mengetuk dan membisikkan nilai moral yang luhur.

Kejujuran bukanlah sebuah keterpaksaan, melainkan kejujuran merupakan sebuah panggilan dari dalam sebuah keterikatan.

Memiliki komitmen
Komitmen merupakan keyakinan yang mengikat sedemikian kukuhnya sehingga terbelenggu seluruh hati nuraninya dan kemudian menggerakkan perilaku menuju arah tertentu yang diyakininya. Dalam komitmen tergantung sebuah tekad, keyakinan, yang melahirkan bentuk vitalitas yang penuh gairah.

Kuat Pendirian (Konsisten)
Konsisten merupakan suatu kemampuan untuk bersikap taat asas, pantang menyerah, dan mampu mempertahankan prinsip walau harus berhadapan dengan resiko yang membahayakan dirinya. Mereka dapat mengendalikan diri dan mengelola emosinya secara efektif.
Cara Menumbuhkan Sikap Etos Kerja
Jansen H. Sinamo (2011) mengemukakan dalam bukunya yang berjudul 8 Etos Kerja Profesional ia menjelaskan bagaimana cara menumbuhkan etos kerja. Berikut adalah cara menumbuhkan etos kerja menurut Jansen H. Sinamo (20110), yakni :
·         Kerja sebagai rahmat (Aku bekerja tulus penuh rasa syukur).
·         Kerja adalah amanah (Aku bekerja penuh tanggung jawab).
·         Kerja adalah panggilan (Aku bekerja tuntas penuh integritas).
·         Kerja adalah aktualisasi (Aku bekerja keras penuh semangat).
·         Kerja adalah ibadah (Aku bekerja serius penuh kecintaan).
·         Kerja adalah seni (Aku bekerja cerdas penuh kreativitas).
·         Kerja adalah kehormatan (Aku bekerja penuh ketekunan dan keunggulan).
·         Kerja adalah pelayanan (Aku bekerja paripurna penuh kerendahan hati).



DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar