Apa itu Etos Kerja
Pengertian etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi
ciri khas dan keyakinan seseorang atau sesuatu kelompok.
Kata etos berasal dari bahasa Yunani, yakni ethos yang
berarti sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu.
Etos juga dapat diartikan sebagai thumuhat yang berkehendak
atau berkemauan yang disertai semangat yang tinggi dalam rangka mencapai
cita-cita yang positif.
Sikap etos tidak hanya dimiliki oleh individu saja,
melainkan dapat dimiliki oleh kelompuk ataupun masyarakat.
Pengetian Menurut Para Ahli
Dibawah ini merupakan definisi etos kerja yang dikemukakan
oleh para ahli, yaitu :
Mydral dalam Suseno (1999:123)
Menurut Mydral terdapat 12 (dua belas) etos kerja yang
dianggap sangat penting didalam menyukseskan pembangunan, yakni sebagai
berikut.
·
Efisien.
·
Kejujuran.
·
Sikap tepat waktu.
·
Kesederhanaan.
·
Kerajinan.
·
Mengikuti rasio dalam mengambil keputusan dan
tindakan.
·
Sikap bekerja sama.
·
Sikap bersandar pada kekuatan sendiri.
·
Sikap mau bekerja sama.
·
Kesediaan untuk berubah.
·
Kecepatan dalam menggunakan kesempatan.
·
Kesediaan memandang jauh ke depan.
Fungsi Etos Kerja
Dibawah ini merupakan beberapa Fungsi Etos Kerja diantaranya
sebagai berikut sebagai berikut:
·
Fungsi etos kerja sebagai pendorong timbulnya
perbuatan.
·
Fungsi etos kerja sebagai penggairah dalam
aktivitas.
·
Etos kerja berfungsi sebagai penggerak.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi Etos
Kerja
Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi etos kerja
menurut Anoraga, 2001:52, yakni :
Agama
Pada dasarnya agama adalah suatu sistem nilai yang akan
mempengaruhi atau menentukan pola hidup para penganutnya. Cara berpikir,
bersikap dan bertindak seseorang tentu diwarnai oleh ajaran agama yang dianut
apabila seseorang tersebut sungguh-sungguh dalam kehidupan beragama.
Budaya
Sikap mental, tekad, disiplin, dan semangat kerja masyarakat
disebut juga sebagai etos budaya dan secara operasional etos budaya ini juga
disebut sebagai etos kerja.
Kualitas etos kerja tersebut ditentukan oleh sistem orientasi
nilai budaya masyarakat yang bersangkutan.
Sosial Politik
Tinggi rendahnya etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi
oleh ada atau tidaknya struktur politik yang mendorong masyarakat untuk bekerja
keras dan bisa menikmati hasil kerja keras dengan penuh.
Kondisi
Lingkungan/Geografis
Lingkungan alam yang mendukung mempengaruhi manusia yang
berada di dalamnya melakukan usaha guna bisa mengelola dan mengambil manfaat,
dan bahkan bisa mengundang pendatang untuk turut mencari penghidupan di
lingkungan tersebut.
Pendidikan
Etos kerja tidak dapat dipisahkan dengan kualitas sumber
daya manusia. Peningkatan sumber daya manusia akan membuat seseorang mempunyai
etos kerja keras.
Struktur Ekonomi
Tinggi rendahnya etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi
oleh ada atau tidaknya struktur ekonomi, yang dapat memberikan insentif bagi
anggota masyarakat guna bekerja keras dan menikmati hasil kerja keras mereka
dengan penuh.
Motivasi Intrinsik
Individu
Individu yang hendak mempunyai etos kerja yang tinggi ialah
individu yang bermotivasi tinggi. Etos kerja adalah suatu pandangan dan sikap
yang didasari oleh nilai-nilai yang diyakini seseorang.
Ciri-Ciri Etos Kerja
Berikut ini adalah ciri-ciri yang mencerminkan sikap etos
kerja adalah :
Kecanduan Terhadap
Waktu
Salah satu esensi dan hakikat dari etos kerja yaitu cara
seseorang menghayati, memahami, dan merasakan betapa berharganya waktu.
Dia sadar bahwa waktu merupakan netral dan terus merayap
dari detik ke detik dan dia pun sadar bahwa sedetik yang lalu tak akan pernah
kembali lagi.
Memiliki Moralitas
yang Bersih (Ikhlas).
Salah satu kompetensi moral yang dimiliki oleh seorang yang
berbudaya kerja ialah nilai keihklasan. Sebab ikhlas adalah bentuk dari cinta,
bentuk kasih sayang dan pelayanan tanpa ikatan.
Sikap ikhlas tidak hanya output dari cara dirinya melayani,
melainkan pula input atau masukan yang membentuk kepribadiannya didasarkan pada
sikap yang bersih.
Memiliki Kejujuran
Kejujuran tidak datang dari luar, akan tetapi bisikan dari
kalbu yang terus menerus mengetuk dan membisikkan nilai moral yang luhur.
Kejujuran bukanlah sebuah keterpaksaan, melainkan kejujuran
merupakan sebuah panggilan dari dalam sebuah keterikatan.
Memiliki komitmen
Komitmen merupakan keyakinan yang mengikat sedemikian
kukuhnya sehingga terbelenggu seluruh hati nuraninya dan kemudian menggerakkan
perilaku menuju arah tertentu yang diyakininya. Dalam komitmen tergantung
sebuah tekad, keyakinan, yang melahirkan bentuk vitalitas yang penuh gairah.
Kuat Pendirian
(Konsisten)
Konsisten merupakan suatu kemampuan untuk bersikap taat
asas, pantang menyerah, dan mampu mempertahankan prinsip walau harus berhadapan
dengan resiko yang membahayakan dirinya. Mereka dapat mengendalikan diri dan
mengelola emosinya secara efektif.
Cara Menumbuhkan Sikap Etos Kerja
Jansen H. Sinamo (2011) mengemukakan dalam bukunya yang
berjudul 8 Etos Kerja Profesional ia menjelaskan bagaimana cara menumbuhkan
etos kerja. Berikut adalah cara menumbuhkan etos kerja menurut Jansen H. Sinamo
(20110), yakni :
·
Kerja sebagai rahmat (Aku bekerja tulus penuh
rasa syukur).
·
Kerja adalah amanah (Aku bekerja penuh tanggung
jawab).
·
Kerja adalah panggilan (Aku bekerja tuntas penuh
integritas).
·
Kerja adalah aktualisasi (Aku bekerja keras
penuh semangat).
·
Kerja adalah ibadah (Aku bekerja serius penuh
kecintaan).
·
Kerja adalah seni (Aku bekerja cerdas penuh
kreativitas).
·
Kerja adalah kehormatan (Aku bekerja penuh
ketekunan dan keunggulan).
·
Kerja adalah pelayanan (Aku bekerja paripurna
penuh kerendahan hati).
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar