Sabtu, 26 Januari 2019

Stress

Sebenarnya, apa arti stress?
Pengertian Stress adalah suatu bentuk ketegangan fisik, psikis, emosi, dan mental, yang dialami oleh seseorang sehingga dapat mempengaruhi kegiatan orang tersebut.

Dari sisi psikologis, pengertian stress disebut juga sebagai suatu gangguan mental yang terjadi pada seseorang akibat adanya tekanan, baik itu tekanan dari luar maupun dari dalam dirinya sendiri.

Stres yang dialami seseorang dapat mengakibatkan menurunnya produktivitas seseorang dalam berkegiatan, bahkan dapat menimbulkan rasa sakit pada tubuh.
Namun, jika kondisi tekanan psikologis ini berlangsung cukup lama dan berlangsung terus-menerus, ini akan membahayakan kesehatan mental serta fisik Anda. Antara lain seperti:

·         masalah kesehatan jiwa seperti depresi dan gangguan kecemasan
·         penyakit jantung
·         hipertensi
·         masalah pencernaan seperti IBS
Pengertian Stress Menurut Para Ahli
Agar lebih memahami apa arti Stress, maka kita dapat merujuk pada pendapat para ahli. Berikut ini adalah pengertian stress menurut para ahli:
1. Robbins
Menurut Robbins, pengertian stress adalah suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai suatu kesempatan dimana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang.

2. Woolfolk dan Richardson
Menurut Woolfolk dan Richardson, pengertian stress adalah suatu persepsi dari ancaman atau dari suatu bayangan akan adanya ketidaksenangan yang menggerakkan, menyiagakan atau mambuat aktif organisme.

3. Hans Selye
Menurut Hans Selye, arti stress adalah respon tubuh yang bersifat tidak spesifik terhadap setiap tuntutan atau beban atasnya. Singkatnya, stress terjadi ketika seseorang mengalami beban atau tugas yang berat namun orang tersebut tidak dapat mengatasi tugas yang dibebankan.

4. H. Malayu S.P Hasibuan
Menurut Malayu S. P Hasibuan, pengertian stress adalah suatu kondisi ketegangan pada seseorang yang mempengaruhi emosi, proses berpikir, dan kondisinya. Mereka yang mengalami stres mengalami gugup, merasakan kekuatiran kronis, mudah marah, agresif, dan tidak bisa relaks.

5. Siagian
Menurut Siagian, definisi stress adalah kondisi ketegangan yang berpengaruh terhadap emosi, jalan pikiran, dan kondisi fisik seseorang.
Seberapa umumkah kondisi ini terjadi?
Kondisi kesehatan ini sangatlah umum terjadi. Stress dapat menyerang pasien pada usia berapa pun. Hal ini dapat dikendalikan dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.
Tanda-tanda & gejala
Apa saja gejala dan tanda stress?
Gejala umum dari stress bisa berupa:

·         menjadi mudah marah, frustrasi, dan murung
·         merasa kewalahan, seperti akan kehilangan kendali atau harus mengambil kendali
·         merasa kesulitan untuk bersantai dan menenangkan pikiran
·         merasa rendah diri, kesepian, tidak berharga, dan dapat berujung depresi
·         menghindari orang lain
·         tidak berenergi
·         sakit kepala
·         sakit perut
·         pegal linu, nyeri
·         insomnia
·         merasa khawatir secara terus-menerus
·         ketidakmampuan untuk fokus
·         penilaian yang buruk
·         pesimis
·         perubahan nafsu makan
·         kebiasaan gugup
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter Anda.
Kapan saya harus periksa ke dokter?
Anda harus menghubungi dokter jika mengalami salah satu dari tanda berikut ini:

·         tekanan stress terjadi sudah lama
·         memiliki masalah mental, seperti depresi, kecemasan, gangguan kepribadian
·         disfungsi seksual
·         masalah kulit seperti jerawat, psoriasis, eksim
·         rambut rontok
·         sakit perut
·         mual, pusing
·         diare atau sembelit
Penyebab Stress
Ada banyak sekali faktor penyebab stress, baik itu dari dalam diri sendiri maupun dari lingkungan. Secara garis besar, berikut ini adalah penyebab stress tersebut:

1. Faktor Individu
Penyebab stress yang paling dominan adalah berasal dari diri sendiri, keluarga, dan orang-orang terdekat. Seringkali stress yang disebabkan oleh faktor individu akan berlangsung lama.

Beberapa yang termasuk penyebab stress karena faktor individu adalah:

Masalah ekonomi
Perceraian/ perpisahan dan pertengkaran dengan pasangan
Ditinggal oleh orang yang dikasihi
Karakter atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari keluarga
Sakit keras tak kunjung sembuh
2. Faktor Lingkungan
Situasi dan kondisi lingkungan tempat tinggal akan mempengaruhi tingkat stress seseorang. Kebiasaan orang-orang di lingkungan tempat tinggal dan peristiwa yang terjadi di sekitar tempat tinggal dapat membuat seseorang mengalami stress.

Beberapa penyebab stress yang berasal dari faktor lingkungan diantaranya:
·         Tingkat kriminalitas
·         Pola hidup masyarakat
·         Situasi politik
·         Bencana alam yang terjadi (banjir, kebakaran, dan lainnya)
·         Kemajuan teknologi
3. Faktor Organisasi/ Pekerjaan
Lingkungan organisasi, baik formal maupun informal, juga dapat mengakibatkan stress pada seseorang. Salah satu contohnya adalah tekanan dari lingkungan kerja yang begitu tinggi sehingga membuat seseorang mengalami stress.

Beberapa penyebab stress yang berasal dari faktor organisasi/ pekerjaan diantaranya:

Target pekerjaan yang tinggi
Tekanan dari atasan
Persaingan yang tidak sehat antar sesama pekerja di kantor
Karir yang tak kunjung meningkat
Fasilitas kantor yang tidak memadai

Faktor-faktor risiko
Apa yang meningkatkan risiko saya terkena kondisi ini?
Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko Anda terkena stress, antara lain:

·         mengalami peristiwa traumatis di masa lalu
·         memiliki riwayat gangguan stres
·         memiliki riwayat jenis-jenis masalah mental tertentu
·         memiliki riwayat gejala disosiatif selama peristiwa traumatis
Jenis-Jenis Stress
Secara umum, stress dapat dibedakan menjadi 5 jenis. Mengacu pada pengertian stress di atas, berikut ini adalah beberapa jenis stress tersebut:

1. Stress Baik
Stress tidak selalu dipicu oleh pengalaman buruk, terkadang pengalaman baik pun bisa mengakibatkan stress pada seseorang. Misalnya pada saat pernikahan atau upacara kelulusan.

Jenis stress seperti ini berada dalam dosis yang baik untuk sistem imun manusia. Selain itu, stress baik juga membuat seseorang lebih terpacu dan menikmati proses mencapai tujuan atau impian.

2. Distres Internal
Ini merupakan jenis stress yang memberikan dampak buruk bagi orang yang mengalaminya. Distress adalah jenis stress yang bersumber dari pengalaman buruk, ancaman, perubahan situasi yang tak terduga dan tidak nyaman.

Tubuh manusia secara alami membutuhkan perasaan aman dan nyaman. Ketika timbul pengalaman buruk atau situasi yang membuat tidak nyaman, maka tubuh akan mengalami distres.

3. Distress Akut
Jenis stress ini terjadi saat seseorang mengalami peristiwa buruk yang berlalu dengan cepat. Sedangkan stres kronik terjadi saat seseorang berusaha menahan rasa stress dalam jangka waktu yang cukup lama. Kedua jenis stress ini dapat memicu timbulnya hiperstress.

4. Hipostress
Stress juga dapat terjadi ketika seseorang tidak menemukan tantangan atau kekhawatiran dalam hidupnya. Inilah yang disebut dengan hipostress.

Hipostress ini terjadi berawal dari rasa bosan yang ekstrim sehingga tidak memiliki motivasi untuk melakukan apapun dalam hidupnya. Jenis stress ini sering memicu perasaan depresi dan kesia-siaan pada seseorang.

5. Eustress
Jenis stress ini berguna bagi manusia karena akan membuat tubuh kita lebih waspada. Eustress membuat pikiran dan tubuh manusia menjadi lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan, bahkan hal ini bisa terjadi di bawah alam sadar.

Jenis stress ini membantu seseorang dalam membuat keputusan terbaik, dan memunculkan kekuatan tak disadari.
Obat & Pengobatan
Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?
Dokter umumnya akan mendiagnosis gangguan stress dengan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai peristiwa traumatis dan gejala yang Anda alami. Penyebab lain seperti masalah kesehatan, penyalahgunaan obat, efek samping medis, dan gangguan psikologis lainnya akan tidak diperhitungkan.

Tes lab atau tes diagnostik lainnya mungkin diperlukan untuk sepenuhnya menyingkirkan penyebab fisik yang mendasari gejala Anda. Jika tes-tes itu dan hasil dari pemeriksaan dokter adalah normal, dokter Anda mungkin akan berkonsultasi dengan spesialis lainnya untuk mengevaluasi dan mengobati kondisi Anda lebih lanjut.

Apa saja pengobatan untuk kondisi ini?
Dokter mungkin akan menggunakan satu atau lebih metode berikut ini untuk mengobati kondisi Anda:

·         Evaluasi psikiatri untuk menentukan penyebab kondisi ini
·         Rawat inap jika Anda berisiko untuk bunuh diri atau melukai orang lain
·         Obat untuk meredakan gejala, seperti obat-obatan anti-kecemasan, selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), dan antidepresan.
·         Terapi perilaku kognitif
·         Terapi berbasis paparan
·         Hipnoterapi
Selain beberapa cara di atas, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut juga untuk mengatasi kondisi ini.

1. Konsumsi makanan sehat
Banyak orang melampiaskan stress dengan cara makan sebanyak-banyaknya, sehingga kadang tidak memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Mau sehat atau tidak, yang penting rasa tertekan di pikiran Anda akan mereda setelah makan.

Meskipun sedang stres, Anda perlu makan makanan yang sehat juga. Anda bisa mengonsumsi alpukat, berry, kacang mede, yogurt, atau jeruk sebagai pelampiasan  Anda.

Makanan-makanan sehat tersebut dapat membantu mencegah Anda merasakan kondisi pusing pikiran dan tertekan berkepanjangan. Selain itu juga, makanan makanan tersebut mengandung nutrisi baik yang telah terbukti mampu memberikan dorongan energi, menurunkan kadar hormon kortisol, dan meningkatkan kadar hormon serotonin (hormon bahagia).



2. Belajarlah untuk bersantai
Relaksasi diyakini dapat menjadi salah satu cara menghilangkan stress. Teknik relaksasi dapat memicu respon relaksasi, yaitu keadaan fisiologis yang ditandai dengan perasaan hangat dan pikiran tenang. Ini adalah kebalikan dari respon “fight or flight”.

Teknik relaksasi juga dapat mengurangi kecemasan dan kekhawatiran. Cara ini sekaligus dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk mengatasi kondisi tertekan secara psikologis maupun fisik.

Dengan relaksasi, aliran darah ke otak meningkat dan gelombang otak bergeser dari waspada, yang menampilkan ritme beta menjadi ritme alfa yang bersifat relaks. Teknik relaksasi yang umum meliputi pernapasan dalam perut, meditasi, mendengarkan musik yang menenangkan, dan aktivitas seperti yoga dan tai chi.

3. Perluas pertemanan
Rasa kesepian membuat Anda lebih sulit untuk mengelola tekanan psikologis. Orang dengan jaringan pertemanan yang luas tidak hanya memiliki harapan hidup yang lebih besar tetapi juga memiliki risiko yang lebih sedikit terhadap banyak jenis penyakit, dibandingkan dengan orang-orang yang tidak.

Sebagai salah satu cara menghilangkan stress, cobalah untuk memperluas pergaulan, curhat dengan teman, atau bahkan menghabiskan waktu bersama orang tersayang untuk bisa segera pulih dari kondisi yang menekan psikologis Anda.

4. Bicaralah dengan terapis profesional
Konseling ke terapis psikologis juga dapat menjadi salah satu usaha atau cara Anda menghilangkan stress. Curhat ke psikolog juga dapat membantu Anda mencari cara menghilangkan masalah tekanan psikologis yang sedang mendera.

Nantinya terapis akan mendengarkan keluhan Anda, membantu Anda mengenali jenis pikiran, dan keyakinan apa yang menyebabkan Anda menjadi terlalu tertekan secara psikologis. Terapi juga dapat membantu Anda menyarankan cara-cara untuk membantu Anda berubah. Namun, ini semua tentu harus didukung dengan kemauan Anda untuk berubah, sebab keberhasilan terapis juga perlu didukung oleh niat Anda.

5. Istirahat yang cukup
Tidur dan istirahat cukup bisa menjadi salah satu cara menghilangkan stress. Sebetulnya, ini adalah pencegahan agar tubuh dan pikiran tidak gampang merasa tertekan. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa kurang tidur bisa mengacaukan mood serta kinerja otak. Jika mengalami tekanan psikologis dan Anda kurang tidur, tubuh akan semakin kewalahan untuk mempertahankan diri terhadap serangan penyakit. Maka, usahakan untuk tetap tidur yang cukup setiap malam.
Pengobatan di Rumah
Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini?
Perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini :

·         Olahraga. Olahraga membantu melepaskan penumpukan tekanan dan meningkatkan kebugaran. Olahraga dianjurkan untuk dilakukan setidaknya tiga kali per minggu untuk mendapatkan manfaat optimal. Jika Anda tidak terbiasa berolahraga, diskusikanlah dengan dokter sebelum memulai program latihan.
·         Diet sehat. Diet dapat memainkan peran penting dalam meredakan stress. Makanlah diet seimbang dan hindarilah makanan yang dapat meningkatkan tekanan, misalnya kopi, teh, dan makanan tinggi gula.
·         Relaksasi. Relaksasi adalah cara efektif untuk membantu mengurangi tekanan otot yang berkaitan dengan stress. Ada banyak teknik relaksasi, layaknya yoga, meditasi, dan pijat.
·         Ambilah kelas manajemen stress untuk mendapatkan strategi mengatasi kehidupan dan stress dengan lebih efektif.
·         Tidurlah yang cukup. Tubuh Anda  kemungkinan dapat pulih dari kondisi ini sehari setelah Anda tidur.
·         Dapatkanlah dukungan dari keluarga, teman, dan komunitas Anda. Memiliki dukungan dalam hidup dapat membuat Anda tetap sehat.





Daftar Pustaka
https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-stress.html

Psikososial


Psikososial ??

Apasih itu ? Sejenis makanan? Sejenis minuman? Atau semacam adventure yang buat kita bahagia sampe ketujuh turunan? Okee ini berlebihan,mendingan yuks kita baca penjelasan ringan di bawah ini !
Psikososial adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara kondisi sosial seseorang dengan kesehatan mental/emosionalnya. Dari katanya, istilah psikososial melibatkan aspek psikologis dan sosial. Contohnya, hubungan antara ketakutan yang dimiliki seseorang (psikologis) terhadap bagaimana cara ia berinteraksi dengan orang lain di lingkungan sosialnya.
Seseorang yang sehat mentalnya akan bereaksi dengan cara yang positif dalam banyak situasi. Berbeda dengan orang yang tidak stabil mentalnya, ia akan bereaksi negatif terhadap segala sesuatu yang terjadi dalam hidup.

Pemikiran yang irasional (tidak rasional) merupakan salah satu tanda kurang sehatnya kondisi psikososial seseorang. Sering munculnya prasangka buruk atau pikiran negatif (negatif thinking) terhadap banyak hal yang ada dalam hidup adalah salah satu wujud nyata dari kondisi psikososial yang buruk, yang bisa mengarah pada hubungan sosial yang buruk pula.

Jika Anda ingin tahu apakah Anda termasuk orang yang memiliki kondisi psikososial yang baik (sehat), lihat beberapa tanda berikut ini:

1.       Memiliki perasaan yang baik (positif) terhadap diri sendiri

2.       Merasa nyaman berada di sekitar orang lain

3.       Mampu mengendalikan ketegangan dan kecemasan

4.       Mampu menjaga pandangan atau pikiran positifnya dalam hidup

5.       Memiliki rasa syukur terhadap apa yang dimiliki dalam hidup, bahkan untuk hal sederhana sekalipun

6.       Mampu menghormati dan menghargai alam dan lingkungan sosialnya

Istilah psikososial pertama kali digunakan oleh Erik Erikson, seorang psikolog yang meneliti tentang tahapan perkembangan emosional manusia. Teori Erik Erikson mengenai perkembangan psikososial merupakan teori terkenal mengenai kepribadian dalam ilmu psikologi. Seperti halnya Sigmund Freud, Erikson percaya bahwa kepribadian berkembang dalam beberapa tahapan.
Perkembangan psikososial adalah perkembangan yang berkaitan dengan emosi, motivasi dan perkembangan pribadi manusia serta perubahan dalam bagaimana individu berhubungan dengan orang lain.Jadi, perkembangan psikososial merupakan kepribadian yang saling berkaitan dengan hubungan social.
Menurut Erikson perkembangan psikososial adalah perkembangan persamaan ego. Persamaan ego adalah perasaan sadar yang kita kembangkan melalui interaksi sosial. Maksutnya, perkembangan ego selalu berubah berdasarkan pengalaman dan informasi baru yang kita dapatkan dalam berinteraksi dengan orang lain. Erikson juga percaya bahwa kemampuan memotivasi sikap dan perbuatan dapat membantu perkembangan menjadi positif, inilah alasan mengapa teori Erikson disebut sebagai teori perkembangan psikososial.

Perkembangan psikososial pada masa kanak-kanak di bagi dalam beberapa fase, menurut ‘Teori Psikoanalisis’ Freud (1856-1939) bahwa perkembangan psikososial manusia dibagi dalam 8 fase, dan beberapa diantara adalah fase perkembangan psikososial masa kanak-kanak (Papalia & Olds, 1995), yaitu :

1.       fase pembentukan kepercayaan vs tidak percaya (0 – 18 bulan)

2.       Fase Otonomi vs malu-malu & Ragu-ragu (18 bulan – 3 tahun)

3.       Fase Inisiatif vs merasa bersalah (3 – 6 tahun)

Adapun aspek yang mempengaruhi perkembangan psikososial adalah aspek perkembangan permainan, yang berfungsi (untuk menjelajahi lingkungan, mempelajari objek-objek di sekitarnya dan belajar memecahkan masalah, dapat meningkatkan perkembangan social), aspek perkembangan yang berhubungan dengan oranglain, perkembangan gender, serta aspek perkembangan moral.

Temperamen ??

What is it??

Temperamen adalah sesuatu yang menentukan karakteristik seseorang untuk menyesuaikan dengan individu lainnya.

Chess dan Thomas mengklasifikasikan pola temperamen dibagi menjadi 3 yakni ;





·         Anak bertemperamen muda
Yang mana pada temperamen ini anak menunjukkan suasana hati yang lebih positif.





·         Anak bertemperamen sulit
Pada temperamen ini anak menunjukkan suasana hati yang negative.





·         Anak bertemperamen lambat
Pada temperamen ini anak memiliki tingkat aktifitas rendah, agak negative dan memperlibatkan suasana hati yang intensif rendah.

Perkembangan Psikososial Erikson
Perkembangan Psikososial menurut Erikson dibagi dalam 8 tahap, sebagai berikut :

1. Kepercayaan Dasar versus Kecurigaan Dasar.

Masa Bayi, berlangsung antara 0-1 tahun, kepercayaan dasar yang paling awal terbentuk selama tahap sensorik-oral yang ditunjukkan oleh bayi lewat kapasitasnya untuk tidur dengan tenang, menyantap makanan dengan nyaman dan membuang kotoran dengan santai. Setiap hari jam-jam jaganya meningkat, bayi itu menjadi semakin biasa dengan kebiasaannya dan pengalaman-pengalaman inderawi yang dibarengi dengan perasaan yang menyenangkan dan orang -orang yang bertanggung jawab menimbulkan kenyamanan ini menjadi akrab dan dikenal oleh bayi.

Berkat kepercayaan dan keakrabannya dengan orang yang menjalankan fungsi keibuan ini, maka bayi tersebut mampu menerima bahwa orang tersebut mungkin tidak ada untuk sementara waktu. Prestasi sosial pertama yang dicapai bayi tersebut mungkin karena ia mengembangkan suatu kepastian dan kepercayaan dalam dirinya bahwa orang bersifat keibuan itu akan kembali.



Kebiasaan-kebiasaan, konsistensi, dan kontinuitas sehari -hari dalam lingkungan bayi merupakan dasar paling awal bagi berkembangnya suatu identitas psikososial. Perkembangan pada masa ini, sangat tergantung pada kualitas pemeliharaan ibu. Apabila kualitas pemeliharaan atau pengetahuan tentang perawatan anak ibu cukup maka akan dapat menumbuhkan kepribadian yang penuh kepercayaan, baik terhadap dunia luar maupun terhadap diri sendiri. Sebaliknya, jika tidak terpenuh anak akan memungkinkan jadi penakut, ragu-ragu dan khawatir terhadap dunia luar, terutama kepada manusia yang lain.

2. Otonomi versus Perasaan Malu dan Keragu-raguan.

Masa Kanak- Kanak Permulaan, berlangsung pada usia 2-3 tahun yang menentukan tumbuhnya kemauan baik dan kemauan keras, anak mempelajari apakah yang diharapkan dari dirinya, apakah kewajiban-kewajiban dan hak-haknya disertai apakah pembatasan-pembatasan yang dikenakan pada dirinya, inilah tahap saat berkembangnya kebebasan pengungkapan diri dan sifat penuh kasih sayang, rasa mampu mengendalikan diri akan menimbulkan dalam diri anak rasa memiliki kemauan baik dan bangga yang bersifat menetap, jika orang tua dapat menolak anak untuk melakukan apa yang dapat dilakukannya, tetapi tidak patut dilakukan.

Sebaliknya, orang tua dapat mendorong atau memaksa anak melakukan yang patut, sesuai batas kemampuannya. Hal ini akan menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Apabila orang tua melindungi anak berlebihan atau tidak peka terhadap rasa malu anak di hadapan orang lain dapat menumbuhkan pribadi pemalu dan ragu-ragu yang bersifat menetap.

3. Inisiatif versus Kesalahan.

Masa Bermain, berlangsung pada usia 4 tahun sampai usia sekolah. Tahap ini menumbuhkan inisiatif, suatu masa untuk memperluas penguasaan dan tanggung jawab. Selama tahap ini anak menampilkan diri lebih maju dan lebih seimbang secara fisik maupun kejiwaan, jika orang tua mampu mendorong atau memperkuat kreativitas inisiatif dari anak. Akan tetapi jika orang tua tidak memberikan kesempatan anak untuk menyelesaikan tugas- tugasnya atau terlalu banyak menggunakan hukuman verbal atas inisiatif anak, maka anak akan tumbuh sebagai pribadi yang selalu takut salah.



















DAFTAR PUSTAKA


Psikopat


APAKAH ITU PSIKOPAT?
Psikopat secara etimologi berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan phatos yang berarti penyakit. Psikopat tidak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis). Seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya.
Berbicara tentang Psikopat secara diagnostik, psikopat, sosiopat, dan antisocial personality disorder masuk dalam ranah yang sejenis. Akan tetapi hanya antisocial personality disorder yang terdaftar dalam DSM (diagnostic and statistic manual of mental disorder).
Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa. Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Pengidapnya juga sering disebut sebagai sosiopat, karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya.
Psikopat adalah seseorang yang manipulatif dan mudah untuk mendapatkan kepercayaan orang lain. Mereka belajar untuk meniru emosi, yang sebenarnya tidak mereka rasakan, dan akan tampak seperti orang yang normal. Psikopat sering kali berpendidikan dan memiliki pekerjaan yang stabil, beberapa ada yang sangat baik dalam manipulasi dan mimikri sehingga mereka memiliki keluarga dan hubungan jangka panjang lainnya tanpa seorangpun tahu sifat sejati mereka. Inilah kenapa banyak orang yang tidak menyadari ciri-ciri psikopat karena penderita bisa menyembunyikannya dengan baik.
Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut orang gila tanpa gangguan mental. Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan.[1]

Seorang ahli psikopati dunia yang menjadi guru besar di Universitas British Columbia, Vancouver, Kanada bernama Robert D. Hare telah melakukan penelitian psikopat sekitar 25 tahun. Ia berpendapat bahwa seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri.
Scott A. Bonn Ph.D., seorang Profesor Sosiologi dan Kriminologi di Drew University, menjelaskan bahwa seorang psikopat tidak dapat membentuk hubungan emosional maupun memiliki rasa empati dengan orang lain, meskipun sering kali mereka memiliki kepribadian yang menghangatkan dan bahkan memesona.
Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20 persen dari total psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan.[2]

Psikopat memiliki 20 ciri-ciri umum. Namun ciri-ciri ini diharapkan tidak membuat orang-orang mudah mengecap seseorang psikopat karena diagnosis gejala ini membutuhkan pelatihan ketat dan hak menggunakan pedoman penilaian formal, lagipula dibutuhkan wawancara mendalam dan pengamatan-pengamatan lainnya. Prasangka dan tuduhan kepada seseorang yang menganggapnya psikopat dengan sembarangan berisiko buruk, dan setidaknya membuat nama seseorang itu menjadi jelek.
Tujuh tahap diagnosa psikopat
·         Mencocokkan kepribadian pasien dengan 20 kriteria yang ditetapkan Prof. Hare. Pencocokan ini dilakukan dengan cara mewawancara keluarga dan orang-orang terdekat pasien, pengaduan korban, atau pengamatan perilaku pasien dari waktu ke waktu.
·         Memeriksa kesehatan otak dan tubuh lewat pemindaian menggunakan elektroensefalogram, pencitraan resonansi magnetik, dan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Hal ini dilakukan karena menurut penelitian gambar hasil PET (positron emission tomography) perbandingan orang normal, pembunuh spontan, dan pembunuh terencana berdarah dingin menunjukkan perbedaan aktivitas otak di bagian prefrontal cortex yang rendah. Bagian otak lobus frontal dipercaya sebagai bagian yang membentuk kepribadian.[3][4]
·         Wawancara menggunakan metode DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder) IV (The American Psychiatric Association Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder versi IV) yang dianggap berhasil untuk menentukan kepribadian antisosial.
·
·         Memperhatikan gejala kepribadian pasien. Biasanya sejak usia pasien 15 tahun mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan.
·         Melakukan psikotes. Psikopat biasanya memiliki IQ yang tinggi.
·         Melakukan tes pengetahuan. Psikopat biasanya memiliki pengetahuan yang luas.
·         Jika ada anak berumur 3 tahun yang terlalu genius, dan seharusnya anak tersebut tidak mungkin segenius itu, maka bisa jadi anak tersebut psikopat.
Gejala-gejala psikopat
·         Sering berbohong, fasih, dan dangkal.
·         Egosentris dan menganggap dirinya hebat.
·         Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Kadang-kadang psikopat mengakui perbuatannya, namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.
·         Senang melakukan pelanggaran di waktu kecil.
·         Sikap acuh tak acuh terhadap masyarakat.
·         Kurang empati. Bagi psikopat, memotong kepala ayam dan memotong kepala orang tidak ada bedanya.
·         Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.
·         Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Tidak ada waktu bagi seorang psikopat untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.
·         Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.
·         Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki tanggapan fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, ataupun gemetar. Pengidap psikopat tidak memiliki perasaan tersebut, karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah "dingin".
·         Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.
·         Biasanya sangat cerdas dan mungkin paling cerdas ketika dibandingkan dengan anak-anak yang lain.
·         Biasanya banyak mengetahui sesuatu yang tidak diketahuinya dan marah jika orang lain menyalahkannya. Merasa paling benar, dan biasanya anggapannya itu memang benar.
·         Mengetahui sesuatu yang tidak diketahui. Biasanya banyak yang benar dan sangat sedikit sekali yang salah.
·         Memiliki perkiraan dengan akurasi yang tinggi (perkiraannya jarang salah dan kebanyakan adalah benar atau benar semuanya).
Ciri-ciri psikopat dari kesan pertama
Munculnya psikopat di tengah-tengah publik merupakan hal yang mengerikan, namun apa daya, psikopat memiliki karakter yang cukup sulit dikenali ketika mereka bergaul di masyarakat. Charles Montaldo, seorang Ahli Kriminalitas, menjelaskan beberapa kesan yang diperlihatkan psikopat kepada orang lain:

·         Pada kesan pertama, psikopat umumnya muncul dengan ciri yang menawan, senang bersosialisasi, peduli dan ramah pada orang lain.
·         Secara lahiriah, mereka tampak logis, masuk akal, memiliki tujuan yang dipikirkan dengan matang, dapat memberikan penjelasan secara akurat dan memberikan tanggapan yang sesuai bahwa ada konsekuensi bagi para anti sosial dan pelanggar hukum.
·         Psikopat mampu menilai diri sendiri dan akan dengan terbuka mengoreksi kesalahan di masa lalu.
·         Psikopat tidak menunjukkan gejala-gejala umum perilaku neurotik, termasuk kegelisahan, kecemasan, histeria, perubahan suasana hati, kelelahan ekstrem, dan sakit kepala.
·         Dan pada situasi yang membuat orang lain kesal atau jengkel, psikopat malah terkesima dan memperlihatkan kekosongan emosi, tanpa ada rasa takut atau cemas.

Karakteristik dan ciri-ciri psikopat
Dr. Robert Hare, Profesor Emiritus Psikologi di University of British Columbia, menciptakan daftar karakteristik dan ciri-ciri psikopat untuk menentukan seberapa lama penjahat akan tinggal di penjara, sehingga Dr. Hare menghabiskan banyak waktu di penjara dengan para tahanan. Namun, sering kali ia tertipu oleh banyak psikopat. Oleh karena itu, ia menyadari bahwa kita tidak boleh hanya mengandalkan ciri-ciri dan langsung menganalisis setiap orang dalam hidup Anda.

Informasi ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran saja. Hal ini adalah sesuatu yang dapat Anda gunakan sebagai alat untuk menilai diri sendiri dan menggunakannya secara bijaksana ketika menilai orang lain.

1. Memesona dan pintar berbicara
Orang sering mengira bahwa ciri-ciri psikopat adalah sifat yang pendiam dan menyendiri. Padahal justru sebaliknya. Psikopat biasanya punya kecenderungan untuk bertindak-tanduk baik, menarik, menawan, cerdik, dan pintar berbicara. Pesona psikopat adalah tidak pemalu, sadar diri, dan tidak takut untuk mengatakan apapun. Seorang psikopat tidak pernah merasa sulit berbicara.

2. Sombong dan memiliki arogansi tinggi
Psikopat merupakan seseorang yang memiliki pandangan yang terlalu tinggi akan kemampuan dan harga dirinya, percaya diri, dogmatis, sombong, dan pembual. Psikopat adalah orang-orang sombong yang percaya bahwa mereka adalah manusia yang unggul.

3. Tak tahan rasa bosan
Psikopat sering kali memiliki kedisiplinan yang rendah dalam menjalankan tugasnya hingga selesai, karena mereka mudah bosan. Mereka tidak akan bisa bekerja dalam pekerjaan yang sama untuk waktu yang lama atau tugas-tugas yang mereka anggap membosankan atau rutin.

4. Senang akan perilaku anti sosial yang membahayakan
Meskipun tindak kekerasan adalah ciri-ciri psikopat yang sering disalahpahami banyak orang, seorang psikopat memang biasanya menyukai hal yang membahayakan. Perilaku anti sosial seperti menipu, berbohong, merampok, mencuri, berkelahi, berzinah, dan membunuh merupakan perilaku yang menarik bagi psikopat. Mereka tampak tertarik dengan perilaku antisosial yang berisiko tinggi tanpa tujuan yang jelas.

Beberapa teori menjelaskan bahwa psikopat hanya ingin menempatkan diri mereka dalam situasi yang berbahaya atau situasi yang dapat membuat mereka tertangkap, karena adrenaline rush yang mereka alami. Mereka juga ingin membuktikan bahwa mereka lebih pintar dari semua orang, termasuk polisi, sehingga tidak akan tertangkap kalaupun melakukan tindak kriminal.

5. Lihat sekali dalam berbohong
Bisa dalam skala sedang atau parah. Dalam skala sedang mereka akan menjadi cerdik, lihai, mahir, licik, dan pandai. Dalam skala parah mereka akan menipu, curang, tidak bermoral, manipulatif, dan tidak jujur.

6. Kurang rasa penyesalan atau rasa bersalah
Psikopat cenderung tidak peduli, tidak memihak, berhati dingin, dan tidak empati. Oleh karena itu, psikopat tidak akan peduli akan kerugian, rasa sakit,dan penderitaan korban.

7. Memiliki gaya hidup parasit
Ciri-ciri psikopat lain adalah memiliki ketergantungan yang disengaja pada orang lain, misalnya dalam hal uang. Ia juga manipulatif, egois, dan mengeksploitasi/memanfaatkan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya, karena ia sendiri kurang motivasi, memiliki disiplin yang rendah, dan tidak mampu menyelesaikan tanggung jawab.

8. Tidak dapat mengontrol perilaku
Psikopat memiliki perilaku mudah marah, jengkel, tidak sabar, mengancam, agresif, dan mencaci maki. Hal tersebut hasil dari kurangnya pengendalian akan kemarahan dan emosi.

9. Memiliki perilaku seksual yang tidak menentu
Psikopat cenderung memiliki hubungan asmara yang dangkal, sering berselingkuh, dan memilih pasangan seksual secara sembarangan. Mereka sering kali memelihara beberapa hubungan asmara di saat yang bersamaan.

10. Memiliki masalah perilaku sejak usia dini
Mereka sering melakukan berbagai perilaku seperti berbohong, mencuri, melakukan kecurangan, merusak, mengintimidasi, beraktivitas seksual, mengonsumsi alkohol, ngelem, dan melarikan diri dari rumah di usia kurang dari 13 tahun.

11. Tidak mampu untuk mencintai
Psikopat sangat egomaniak hingga ke titik yang sulit bagi orang normal untuk memahaminya. Mereka sangat mementingkan diri sendiri dan hal itu tidak dapat diubah, sehingga membuat mereka benar-benar tidak mampu mencintai orang lain, termasuk orangtua, pasangan, dan anak-anak mereka sendiri. Satu-satunya perlakuan baik yang diperlihatkan oleh psikopat adalah ketika hal itu dapat digunakan sebagai keuntungan mereka atau memudahkan rencana dan tujuan mereka.

12. Tidak dapat mempertanggungjawabkan kegagalan
Psikopat terpaksa harus berpura-pura ketika mereka harus meniru emosi manusia normal yang sebenarnya tidak pernah ia rasakan. Hal ini berlaku ketika mereka menghadapi kegagalan. Ketika mereka menjadi rendah hati dan mencoba untuk memperbaiki kesalahan mereka, sebenarnya mereka memiliki tujuan untuk berperan sebagai martir sehingga orang lain tidak perlu menyalahkannya.

Ada beberapa perbedaan dari perilaku para psikopat, termasuk seksualitas psikopat dan cara kerja psikopat. Kebanyakan penelitian tidak menemukan metode yang tepat untuk menyembuhkan perilaku psikopat ini. Sebaliknya, ketika metode digunakan, psikopat akan menjadi lebih terlatih dan meningkatkan metode manipulatifnya untuk menyembunyikan kepribadian mereka yang sebenarnya, bahkan dari mata yang terlatih.
Penyebab Psikopat

Penyebab pasti psikopat tidak bisa diidentifikasi secara pasti. Gangguan ini diprediksi timbul karena pengaruh genetik dan pengalaman traumatis masa kecil. Disimpulkan demikian, karena psikopat biasanya tumbuh dari latar belakang keluarga yang tidak harmonis.

Ketidakharmonisan tersebut bisa dalam bentuk adanya pelecehan dan penelantaran anak, orang tua yang kecanduan alkohol, atau perkelahian orang tua. Psikopat sendiri lebih sering ditemukan pada kaum pria dibandingkan perempuan.

Bagaimana Menentukan Seseorang adalah Psikopat?

Seorang psikopat cenderung memiliki pemahaman diri yang rendah dalam menggambarkan keluhan yang dirasakan. Orang dengan gangguan kepribadian antisosial seperti psikopat hampir tidak pernah merasa perlu untuk berkonsultasi ke dokter karena gangguan yang dideritanya. Mereka seringkali baru diperiksa oleh dokter karena telah melanggar hukum, atau perilakunya menimbulkan dampak buruk bagi dirinya dan orang lain. Diperlukan serangkaian pemeriksaan untuk menentukan apakah seseorang benar-benar memiliki gangguan perilaku antisosial ini. Berikut tahapan pemeriksaan yang bisa dilakukan dokter:

Penelurusan riwayat kehidupan dan tipe kepribadian seseorang yang dicurigai psikopat.
Dokter juga akan melakukan evaluasi psikologis untuk memeriksa dengan saksama pikiran, perasaan, pola perilaku, dan riwayat keluarga. Evaluasi psikologi juga mungkin termasuk tes psikologi tentang kepribadian seseorang, dan bagaimana pikiran orang tersebut mengenai keinginan bunuh diri, menyakiti diri sendiri atau orang lain.
Memeriksa gejala-gejala lain yang terkait dengan gangguan kesehatan mental.
Pemeriksaan di atas harus dilakukan karena dalam kehidupan sehari-hari, psikopat bisa saja tampil normal dan tak menonjol. Mereka bisa memiliki profesi tetap selayaknya manusia normal. Namun, jika memiliki tanda-tanda yang mencurigakan ke arah gangguan kepribadian, sebaiknya konsultasikan ke dokter.





DAFTAR PUSTAKA

Mood Swing

Apakah MOOD SWING itu?
Mood swing adalah perubahan keadaan emosi (suasana hati) seseorang yang cenderung mudah terlihat. Pada dasarnya, perubahan emosi ini merupakan kejadian alami dari sebagian besar kehidupan manusia. Selama perubahan emosi ini tidak berdampak kepada kehidupan secara ekstrem, maka Anda masih dapat dianggap sehat.
Namun, bagi yang mengalami perubahan suasana hati serius dan berlangsung sangat cepat hingga emosi itu mengganggu hidup Anda, maka perlu diwaspadai. Contohnya, mood swing berlangsung selama beberapa hari atau lebih sehingga Anda menjadi sangat senang atau sedih secara tidak terkontrol, tidak bisa mengunjungi kerabat, tidak bisa tidur, atau menghambat kegiatan di keseharian.

Perhatikan juga jika mood swing yang Anda alami telah mencapai tingkatan yang lebih parah, seperti menimbulkan rasa ingin melukai diri sendiri atau mengakhiri hidup Anda. Maka pola-pola semacam ini dapat menjadi pertanda kepada gangguan kesehatan yang lebih serius.
Apa yang Menyebabkan Mood Swing?
Terdapat berbagai penyebab bagi seseorang untuk mengalami mood swing, namun pada umumnya bisa dikelompokkan menjadi beberapa hal, seperti:

Kondisi hormon

Faktor ini memengaruhi reaksi kimia pada otak. Remaja, wanita hamil, dan wanita menopause adalah kelompok yang berkemungkinan besar mengalami perubahan suasana hati terkait kondisi hormon.

Gangguan fisik

Keadaan ini juga menjadi faktor yang mendasari kemunculan mood swing. Gangguan fisik tersebut dikaitkan dengan kesehatan paru-paru, sistem kardiovaskular, tiroid, dan sistem saraf pusat.

Kondisi mental

Perubahan emosi yang terkait dengan kondisi mental ini disebabkan oleh terganggunya kondisi emosi atau inkonsisten dengan keadaan sebenarnya. Beberapa contoh gangguan emosi adalah:

Gangguan depresi berat berupa kesedihan berlebihan dalam jangka waktu yang panjang.
Gangguan bipolar atau disebut juga depresi mania, yaitu berulang kali mengalami kesedihan ekstrem (depresi) dan kebahagiaan yang ekstrem (mania).
Gangguan pramenstruasi disforik; perubahan dan ketidakstabilan mood menjelang tahap pramenstruasi wanita.
Gangguan depresi menetap (distimia), bentuk depresi dalam waktu yang lama.
Disregulasi mood. Gangguan ini ditandai dengan adanya kemarahan yang menetap dan sering meledak-ledak pada diri anak sehingga tidak dinilai konsisten dengan perkembangan usia anak itu.
Waspadai juga perilaku mengkhawatirkan seputar penyalahgunaan obat-obatan atau minuman keras yang menjurus kepada kecanduan karena dinilai sebagai gangguan kondisi mental yang dapat mengakibatkan mood swing juga.
Bagaimana Cara Mengatasi Mood Swing yang Terus Mendera?
Jika perubahan emosi ini tidak membawa pengaruh negatif kepada kehidupan, Anda bisa mengatasi masalah mood swing ini tanpa bantuan pihak medis. Caranya dengan mengubah gaya hidup di dalam keseharian, seperti mulai membiasakan diri berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, konsumsi makanan sehat, hindari stres berlebihan, mencari cara untuk mengekspresikan kreativitas yang positif, atau mencari teman bicara yang menyenangkan. Anda bisa mengamati tiap kali mood Anda berganti-ganti dengan cara menjajaki kembali apa penyebabnya. Apakah diakibatkan oleh makanan, minuman, atau kegiatan Anda sebelumnya. Dengan memerhatikan pola-pola tersebut, akhirnya dapat membantu Anda dalam mengenali pemicu mood swing yang dialami sekaligus menghindari faktor-faktor tersebut.

Namun, jika Anda mengalami mood swing yang parah sehingga menyebabkan gangguan ekstrem pada sifat Anda, maka hal ini harus dibicarakan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan membantu Anda mendapatkan penanganan yang tepat. Perlu diketahui bahwa perkembangan waktu tidak selalu bisa mengatasi masalah mood swing ini. Tanpa bantuan ahli profesional, sering kali keadaan penderita gangguan mood swing yang parah ini justru memburuk dan bukannya bertambah baik.

Kondisi kesehatan yang terkait dengan mood swing
Dilansir dari Good Health, beberapa kondisi kejiwaan juga dapat memicu perubahan suasana hati ekstrem. Sejumlah kondisi ini diketahui sebagai penghambat produktivitas pengidapnya hingga bahkan bisa menunjukkan kecenderungan bunuh diri atau kekerasan ekstrem. Beberapa kondisi kesehatan ini termasuk:

Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
Tidak ada obat penawar untuk ADHD; individu pengidap ADHD harus menjalani hidup beradaptasi dengan kondisi ini, hingga merasa frustrasi dari waktu ke waktu. Banyak orang yang memiliki ADHD tidak terdiagnosis. Perasaan ketidakmampuan dan kekurangan untuk beradaptasi sering berujung pada depresi, yang mengakibatkan mood swing tidak menentu.

Gangguan bipolar
Pengidap gangguan bipolar menderita perubahan suasana hati ekstrem. Mereka bereaksi dengan kesedihan saat menemukan situasi bahagia, atau sebaliknya — bereaksi bahagia dalam situasi sedih atau berduka — karena mereka tidak mampu untuk mengatur suasana hati sesuai dengan kondisi atau kesempatan yang tepat.

Gangguan kepribadian ambang (Borderline Personality Syndrome/BPS)
Penderita BPS tidak mampu memelihara hubungan interpersonal yang stabil karena keadaan emosi yang bergejolak mengenai diri mereka sendiri maupun orang lain. Masalah akademis, pekerjaan, keuangan, masalah hukum, dan hubungan dengan orang lain mungkin timbul sebagai akibat dari mood swing ekstrem.

Depresi
Mood swing akibat depresi bisa sangat merusak. Depresi dapat membuat Anda mengisolasi diri dari teman, keluarga, dan orang-orang yang Anda cintai. Anda mungkin tidak merasa sanggup untuk bangkit dari tempat tidur, apalagi bekerja. Selama fase manic, Anda mungkin akan berlaku sembrono, histeris, dan merasa sangat bahagia, hingga akhirnya diselimuti kembali oleh kesedihan dan ketidakberdayaan.


Penyebab lainnya dari mood swing
Selain dari kondisi di atas, mood swing juga bisa disebabkan oleh kondisi medis yang secara langsung mempengaruhi sistem saraf pusat, seperti demensia, tumor otak, meningitis, stroke, dan penyalahgunaan narkotika. Perubahan suasana hati juga dapat hasil dari kondisi yang merampas nutrisi dan oksigen dalam otak, seperti trauma kepala, penyakit paru, dan kardiovaskular. Ketika produksi neurotransmitter dalam otak, seperti serotonin, GABA, dopamin, dan norepenephrine terpengaruh, hasilnya adalah perubahan mood. Seseorang bisa secara bergantian mengalami berbagai perasaan, seperti depresi, kecemasan, kebahagiaan, stres, dan ketakutan.

Jika mood swing datang mendadak, tidak bisa dikendalikan, sangat tidak rasional, atau menunjukkan kecenderungan perilaku bunuh diri, segera dapatkan bantuan medis.
Tanda-tanda Anda mengalami mood swing
Mood yang berubah-ubah sebenarnya wajar hingga taraf tertentu. Meski begitu, tidak selalu demikian dengan mood swing. Dalam kasus tertentu, perubahan suasana hati bisa terjasi sangat ekstrem, serius, dan tanpa alasan atau rangsangan yang jelas sehingga mengganggu kehidupannya sehari-hari.

Mood swing ekstrem terjadi mendadak dan melibatkan kondisi emosional yang naik-turun, bergantian antara merasa bahagia dan sejahtera, kemudian dihinggapi oleh perasaan marah, tersinggung, atau depresi, dalam waktu yang relatif singkat.

Selain perubahan suasana hati yang mendadak, mood swings juga ditandai dengan:

·         Kecemasan dan mudah marah.
·         Kebingungan dan mudah lupa.
·         Sulit fokus dan konsentrasi.
·         Kecenderungan minum alkohol; minum-minum alkohol.
·         Halusinasi.
·         Depresi.
·         Mudah berprasangka buruk.
·         Mudah menyerah.
·         Sembrono.
·         Berperilaku tidak pantas.
·         Bicara dengan cepat.
·         Sulit memahami dan menyampaikan informasi.
·         Perubahan nafsu makan dan berat badan; bisa turun atau naik.
·         Kelelahan.
·         Menstruasi tidak teratur.
·         Mual.
·         Gangguan tidur.
Kapan perlu ke dokter soal ini?
Mood swings dapat menjadi masalah kesehatan, apabila perubahan suasana hati sering terjadi dan mengganggu fungsi dan kinerja diri Anda. Contohnya, jika suasana hati Anda bersifat destruktif dan dapat memicu Anda melukai diri sendiri atau sampai menunjukkan kecenderungan bunuh diri, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Pasalnya, mood swings dapat menjadi pertanda dari banyak gangguan mental seperti gangguan bipolar, depresi mayor (depresi berat), skizofrenia, gangguan kepribadian ambang (Borderline Personality Syndrome/BPS), dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Maka, sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan apa yang terjadi ketika Anda mengalami mood swings untuk memudahkan dokter menemukan pemicunya.

Bagaimana penanganan untuk mood swings?
Perubahan suasana hati yang disebabkan oleh kondisi medis dapat dicegah dengan mengobati kondisi medisnya. Obat-obatan, terapi, dan gaya hidup yang positif merupakan salah satu cara dalam menangani mood swings. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi mood swings yaitu:

·         Ikuti jadwal dengan teratur.
·         Rajin berolaharaga.
·         Tidur yang cukup.
·         Konsumsi makanan sehat.
·         Melakukan yoga atau meditasi.
·         Hindari stres.
·         Temukan solusi atas emosi Anda.
·         Berbincang dengan orang yang dipercaya.
Daftar Pustaka
https://www.alodokter.com/mood-swing-tidak-selamanya-normal-kenali-tanda-tandanya