Sebenarnya, apa arti stress?
Pengertian Stress adalah suatu bentuk ketegangan fisik,
psikis, emosi, dan mental, yang dialami oleh seseorang sehingga dapat
mempengaruhi kegiatan orang tersebut.
Dari sisi psikologis, pengertian stress disebut juga sebagai
suatu gangguan mental yang terjadi pada seseorang akibat adanya tekanan, baik
itu tekanan dari luar maupun dari dalam dirinya sendiri.
Stres yang dialami seseorang dapat mengakibatkan menurunnya
produktivitas seseorang dalam berkegiatan, bahkan dapat menimbulkan rasa sakit
pada tubuh.
Namun, jika kondisi tekanan psikologis ini berlangsung cukup
lama dan berlangsung terus-menerus, ini akan membahayakan kesehatan mental
serta fisik Anda. Antara lain seperti:
·
masalah kesehatan jiwa seperti depresi dan
gangguan kecemasan
·
penyakit jantung
·
hipertensi
·
masalah pencernaan seperti IBS
Pengertian Stress Menurut Para Ahli
Agar lebih memahami apa arti Stress, maka kita dapat merujuk
pada pendapat para ahli. Berikut ini adalah pengertian stress menurut para ahli:
1. Robbins
Menurut Robbins, pengertian stress adalah suatu kondisi yang
menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai suatu kesempatan dimana untuk
mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang.
2. Woolfolk dan Richardson
Menurut Woolfolk dan Richardson, pengertian stress adalah
suatu persepsi dari ancaman atau dari suatu bayangan akan adanya
ketidaksenangan yang menggerakkan, menyiagakan atau mambuat aktif organisme.
3. Hans Selye
Menurut Hans Selye, arti stress adalah respon tubuh yang
bersifat tidak spesifik terhadap setiap tuntutan atau beban atasnya.
Singkatnya, stress terjadi ketika seseorang mengalami beban atau tugas yang
berat namun orang tersebut tidak dapat mengatasi tugas yang dibebankan.
4. H. Malayu S.P Hasibuan
Menurut Malayu S. P Hasibuan, pengertian stress adalah suatu
kondisi ketegangan pada seseorang yang mempengaruhi emosi, proses berpikir, dan
kondisinya. Mereka yang mengalami stres mengalami gugup, merasakan kekuatiran
kronis, mudah marah, agresif, dan tidak bisa relaks.
5. Siagian
Menurut Siagian, definisi stress adalah kondisi ketegangan
yang berpengaruh terhadap emosi, jalan pikiran, dan kondisi fisik seseorang.
Seberapa umumkah kondisi ini terjadi?
Kondisi kesehatan ini sangatlah umum terjadi. Stress dapat menyerang
pasien pada usia berapa pun. Hal ini dapat dikendalikan dengan mengurangi
faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter Anda untuk informasi lebih
lanjut.
Tanda-tanda & gejala
Apa saja gejala dan tanda stress?
Gejala umum dari stress bisa berupa:
·
menjadi mudah marah, frustrasi, dan murung
·
merasa kewalahan, seperti akan kehilangan
kendali atau harus mengambil kendali
·
merasa kesulitan untuk bersantai dan menenangkan
pikiran
·
merasa rendah diri, kesepian, tidak berharga,
dan dapat berujung depresi
·
menghindari orang lain
·
tidak berenergi
·
sakit kepala
·
sakit perut
·
pegal linu, nyeri
·
insomnia
·
merasa khawatir secara terus-menerus
·
ketidakmampuan untuk fokus
·
penilaian yang buruk
·
pesimis
·
perubahan nafsu makan
·
kebiasaan gugup
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan
di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah
pada dokter Anda.
Kapan saya harus periksa ke dokter?
Anda harus menghubungi dokter jika mengalami salah satu dari
tanda berikut ini:
·
tekanan stress terjadi sudah lama
·
memiliki masalah mental, seperti depresi,
kecemasan, gangguan kepribadian
·
disfungsi seksual
·
masalah kulit seperti jerawat, psoriasis, eksim
·
rambut rontok
·
sakit perut
·
mual, pusing
·
diare atau sembelit
Penyebab Stress
Ada banyak sekali faktor penyebab stress, baik itu dari
dalam diri sendiri maupun dari lingkungan. Secara garis besar, berikut ini
adalah penyebab stress tersebut:
1. Faktor Individu
Penyebab stress yang paling dominan adalah berasal dari diri
sendiri, keluarga, dan orang-orang terdekat. Seringkali stress yang disebabkan
oleh faktor individu akan berlangsung lama.
Beberapa yang termasuk penyebab stress karena faktor
individu adalah:
Masalah ekonomi
Perceraian/ perpisahan dan pertengkaran dengan pasangan
Ditinggal oleh orang yang dikasihi
Karakter atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari
keluarga
Sakit keras tak kunjung sembuh
2. Faktor Lingkungan
Situasi dan kondisi lingkungan tempat tinggal akan
mempengaruhi tingkat stress seseorang. Kebiasaan orang-orang di lingkungan
tempat tinggal dan peristiwa yang terjadi di sekitar tempat tinggal dapat
membuat seseorang mengalami stress.
Beberapa penyebab stress yang berasal dari faktor lingkungan
diantaranya:
·
Tingkat kriminalitas
·
Pola hidup masyarakat
·
Situasi politik
·
Bencana alam yang terjadi (banjir, kebakaran,
dan lainnya)
·
Kemajuan teknologi
3. Faktor Organisasi/ Pekerjaan
Lingkungan organisasi, baik formal maupun informal, juga
dapat mengakibatkan stress pada seseorang. Salah satu contohnya adalah tekanan
dari lingkungan kerja yang begitu tinggi sehingga membuat seseorang mengalami
stress.
Beberapa penyebab stress yang berasal dari faktor
organisasi/ pekerjaan diantaranya:
Target pekerjaan yang tinggi
Tekanan dari atasan
Persaingan yang tidak sehat antar sesama pekerja di kantor
Karir yang tak kunjung meningkat
Fasilitas kantor yang tidak memadai
Faktor-faktor risiko
Apa yang meningkatkan risiko saya
terkena kondisi ini?
Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko Anda terkena
stress, antara lain:
·
mengalami peristiwa traumatis di masa lalu
·
memiliki riwayat gangguan stres
·
memiliki riwayat jenis-jenis masalah mental
tertentu
·
memiliki riwayat gejala disosiatif selama
peristiwa traumatis
Jenis-Jenis Stress
Secara umum, stress dapat dibedakan menjadi 5 jenis. Mengacu
pada pengertian stress di atas, berikut ini adalah beberapa jenis stress
tersebut:
1. Stress Baik
Stress tidak selalu dipicu oleh pengalaman buruk, terkadang
pengalaman baik pun bisa mengakibatkan stress pada seseorang. Misalnya pada
saat pernikahan atau upacara kelulusan.
Jenis stress seperti ini berada dalam dosis yang baik untuk
sistem imun manusia. Selain itu, stress baik juga membuat seseorang lebih
terpacu dan menikmati proses mencapai tujuan atau impian.
2. Distres Internal
Ini merupakan jenis stress yang memberikan dampak buruk bagi
orang yang mengalaminya. Distress adalah jenis stress yang bersumber dari
pengalaman buruk, ancaman, perubahan situasi yang tak terduga dan tidak nyaman.
Tubuh manusia secara alami membutuhkan perasaan aman dan
nyaman. Ketika timbul pengalaman buruk atau situasi yang membuat tidak nyaman,
maka tubuh akan mengalami distres.
3. Distress Akut
Jenis stress ini terjadi saat seseorang mengalami peristiwa
buruk yang berlalu dengan cepat. Sedangkan stres kronik terjadi saat seseorang berusaha
menahan rasa stress dalam jangka waktu yang cukup lama. Kedua jenis stress ini
dapat memicu timbulnya hiperstress.
4. Hipostress
Stress juga dapat terjadi ketika seseorang tidak menemukan
tantangan atau kekhawatiran dalam hidupnya. Inilah yang disebut dengan
hipostress.
Hipostress ini terjadi berawal dari rasa bosan yang ekstrim
sehingga tidak memiliki motivasi untuk melakukan apapun dalam hidupnya. Jenis
stress ini sering memicu perasaan depresi dan kesia-siaan pada seseorang.
5. Eustress
Jenis stress ini berguna bagi manusia karena akan membuat
tubuh kita lebih waspada. Eustress membuat pikiran dan tubuh manusia menjadi
lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan, bahkan hal ini bisa terjadi di
bawah alam sadar.
Jenis stress ini membantu seseorang dalam membuat keputusan
terbaik, dan memunculkan kekuatan tak disadari.
Obat & Pengobatan
Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis.
SELALU konsultasikan pada dokter Anda.
Bagaimana kondisi ini didiagnosis?
Dokter umumnya akan mendiagnosis gangguan stress dengan
mengajukan beberapa pertanyaan mengenai peristiwa traumatis dan gejala yang
Anda alami. Penyebab lain seperti masalah kesehatan, penyalahgunaan obat, efek
samping medis, dan gangguan psikologis lainnya akan tidak diperhitungkan.
Tes lab atau tes diagnostik lainnya mungkin diperlukan untuk
sepenuhnya menyingkirkan penyebab fisik yang mendasari gejala Anda. Jika
tes-tes itu dan hasil dari pemeriksaan dokter adalah normal, dokter Anda
mungkin akan berkonsultasi dengan spesialis lainnya untuk mengevaluasi dan
mengobati kondisi Anda lebih lanjut.
Apa saja pengobatan untuk kondisi
ini?
Dokter mungkin akan menggunakan satu atau lebih metode
berikut ini untuk mengobati kondisi Anda:
·
Evaluasi psikiatri untuk menentukan penyebab kondisi
ini
·
Rawat inap jika Anda berisiko untuk bunuh diri
atau melukai orang lain
·
Obat untuk meredakan gejala, seperti obat-obatan
anti-kecemasan, selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), dan
antidepresan.
·
Terapi perilaku kognitif
·
Terapi berbasis paparan
·
Hipnoterapi
Selain beberapa cara di atas, Anda bisa melakukan beberapa
hal berikut juga untuk mengatasi kondisi ini.
1. Konsumsi makanan sehat
Banyak orang melampiaskan stress dengan cara makan
sebanyak-banyaknya, sehingga kadang tidak memperhatikan makanan yang
dikonsumsi. Mau sehat atau tidak, yang penting rasa tertekan di pikiran Anda
akan mereda setelah makan.
Meskipun sedang stres, Anda perlu makan makanan yang sehat
juga. Anda bisa mengonsumsi alpukat, berry, kacang mede, yogurt, atau jeruk sebagai
pelampiasan Anda.
Makanan-makanan sehat tersebut dapat membantu mencegah Anda
merasakan kondisi pusing pikiran dan tertekan berkepanjangan. Selain itu juga,
makanan makanan tersebut mengandung nutrisi baik yang telah terbukti mampu
memberikan dorongan energi, menurunkan kadar hormon kortisol, dan meningkatkan
kadar hormon serotonin (hormon bahagia).
2. Belajarlah untuk bersantai
Relaksasi diyakini dapat menjadi salah satu cara
menghilangkan stress. Teknik relaksasi dapat memicu respon relaksasi, yaitu
keadaan fisiologis yang ditandai dengan perasaan hangat dan pikiran tenang. Ini
adalah kebalikan dari respon “fight or flight”.
Teknik relaksasi juga dapat mengurangi kecemasan dan
kekhawatiran. Cara ini sekaligus dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk
mengatasi kondisi tertekan secara psikologis maupun fisik.
Dengan relaksasi, aliran darah ke otak meningkat dan
gelombang otak bergeser dari waspada, yang menampilkan ritme beta menjadi ritme
alfa yang bersifat relaks. Teknik relaksasi yang umum meliputi pernapasan dalam
perut, meditasi, mendengarkan musik yang menenangkan, dan aktivitas seperti
yoga dan tai chi.
3. Perluas pertemanan
Rasa kesepian membuat Anda lebih sulit untuk mengelola
tekanan psikologis. Orang dengan jaringan pertemanan yang luas tidak hanya
memiliki harapan hidup yang lebih besar tetapi juga memiliki risiko yang lebih
sedikit terhadap banyak jenis penyakit, dibandingkan dengan orang-orang yang
tidak.
Sebagai salah satu cara menghilangkan stress, cobalah untuk
memperluas pergaulan, curhat dengan teman, atau bahkan menghabiskan waktu
bersama orang tersayang untuk bisa segera pulih dari kondisi yang menekan
psikologis Anda.
4. Bicaralah dengan terapis profesional
Konseling ke terapis psikologis juga dapat menjadi salah
satu usaha atau cara Anda menghilangkan stress. Curhat ke psikolog juga dapat
membantu Anda mencari cara menghilangkan masalah tekanan psikologis yang sedang
mendera.
Nantinya terapis akan mendengarkan keluhan Anda, membantu
Anda mengenali jenis pikiran, dan keyakinan apa yang menyebabkan Anda menjadi
terlalu tertekan secara psikologis. Terapi juga dapat membantu Anda menyarankan
cara-cara untuk membantu Anda berubah. Namun, ini semua tentu harus didukung
dengan kemauan Anda untuk berubah, sebab keberhasilan terapis juga perlu
didukung oleh niat Anda.
5. Istirahat yang cukup
Tidur dan istirahat cukup bisa menjadi salah satu cara
menghilangkan stress. Sebetulnya, ini adalah pencegahan agar tubuh dan pikiran
tidak gampang merasa tertekan. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa kurang
tidur bisa mengacaukan mood serta kinerja otak. Jika mengalami tekanan
psikologis dan Anda kurang tidur, tubuh akan semakin kewalahan untuk
mempertahankan diri terhadap serangan penyakit. Maka, usahakan untuk tetap
tidur yang cukup setiap malam.
Pengobatan di Rumah
Apa saja perubahan gaya hidup atau
pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini?
Perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat
membantu Anda mengatasi kondisi ini :
·
Olahraga. Olahraga membantu melepaskan
penumpukan tekanan dan meningkatkan kebugaran. Olahraga dianjurkan untuk
dilakukan setidaknya tiga kali per minggu untuk mendapatkan manfaat optimal.
Jika Anda tidak terbiasa berolahraga, diskusikanlah dengan dokter sebelum
memulai program latihan.
·
Diet sehat. Diet dapat memainkan peran penting
dalam meredakan stress. Makanlah diet seimbang dan hindarilah makanan yang
dapat meningkatkan tekanan, misalnya kopi, teh, dan makanan tinggi gula.
·
Relaksasi. Relaksasi adalah cara efektif untuk
membantu mengurangi tekanan otot yang berkaitan dengan stress. Ada banyak
teknik relaksasi, layaknya yoga, meditasi, dan pijat.
·
Ambilah kelas manajemen stress untuk mendapatkan
strategi mengatasi kehidupan dan stress dengan lebih efektif.
·
Tidurlah yang cukup. Tubuh Anda kemungkinan dapat pulih dari kondisi ini
sehari setelah Anda tidur.
·
Dapatkanlah dukungan dari keluarga, teman, dan
komunitas Anda. Memiliki dukungan dalam hidup dapat membuat Anda tetap sehat.
Daftar Pustaka
https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-stress.html