APAKAH ITU PSIKOPAT?
Psikopat secara etimologi berasal dari kata psyche yang
berarti jiwa dan phatos yang berarti penyakit. Psikopat tidak sama dengan gila
(skizofrenia/psikosis). Seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya.
Berbicara tentang Psikopat secara diagnostik, psikopat,
sosiopat, dan antisocial personality disorder masuk dalam ranah yang sejenis.
Akan tetapi hanya antisocial personality disorder yang terdaftar dalam DSM
(diagnostic and statistic manual of mental disorder).
Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa. Psikopat berasal
dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit.
Pengidapnya juga sering disebut sebagai sosiopat, karena perilakunya yang
antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya.
Psikopat adalah seseorang yang manipulatif dan mudah untuk
mendapatkan kepercayaan orang lain. Mereka belajar untuk meniru emosi, yang
sebenarnya tidak mereka rasakan, dan akan tampak seperti orang yang normal.
Psikopat sering kali berpendidikan dan memiliki pekerjaan yang stabil, beberapa
ada yang sangat baik dalam manipulasi dan mimikri sehingga mereka memiliki
keluarga dan hubungan jangka panjang lainnya tanpa seorangpun tahu sifat sejati
mereka. Inilah kenapa banyak orang yang tidak menyadari ciri-ciri psikopat
karena penderita bisa menyembunyikannya dengan baik.
Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena
seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering
disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut orang gila tanpa
gangguan mental. Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia
mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih
banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit
jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan.[1]
Seorang ahli psikopati dunia yang menjadi guru besar di
Universitas British Columbia, Vancouver, Kanada bernama Robert D. Hare telah
melakukan penelitian psikopat sekitar 25 tahun. Ia berpendapat bahwa seorang
psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar
fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya
sendiri.
Scott A. Bonn Ph.D., seorang Profesor Sosiologi dan
Kriminologi di Drew University, menjelaskan bahwa seorang psikopat tidak dapat
membentuk hubungan emosional maupun memiliki rasa empati dengan orang lain,
meskipun sering kali mereka memiliki kepribadian yang menghangatkan dan bahkan
memesona.
Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh,
pemerkosa, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20 persen dari total psikopat.
Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata,
mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan.[2]
Psikopat memiliki 20 ciri-ciri umum. Namun ciri-ciri ini
diharapkan tidak membuat orang-orang mudah mengecap seseorang psikopat karena
diagnosis gejala ini membutuhkan pelatihan ketat dan hak menggunakan pedoman
penilaian formal, lagipula dibutuhkan wawancara mendalam dan
pengamatan-pengamatan lainnya. Prasangka dan tuduhan kepada seseorang yang
menganggapnya psikopat dengan sembarangan berisiko buruk, dan setidaknya
membuat nama seseorang itu menjadi jelek.
Tujuh tahap diagnosa psikopat
·
Mencocokkan kepribadian pasien dengan 20
kriteria yang ditetapkan Prof. Hare. Pencocokan ini dilakukan dengan cara
mewawancara keluarga dan orang-orang terdekat pasien, pengaduan korban, atau
pengamatan perilaku pasien dari waktu ke waktu.
·
Memeriksa kesehatan otak dan tubuh lewat
pemindaian menggunakan elektroensefalogram, pencitraan resonansi magnetik, dan
pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Hal ini dilakukan karena menurut
penelitian gambar hasil PET (positron emission tomography) perbandingan orang
normal, pembunuh spontan, dan pembunuh terencana berdarah dingin menunjukkan
perbedaan aktivitas otak di bagian prefrontal cortex yang rendah. Bagian otak
lobus frontal dipercaya sebagai bagian yang membentuk kepribadian.[3][4]
·
Wawancara menggunakan metode DSM (Diagnostic and
Statistical Manual of Mental Disorder) IV (The American Psychiatric Association
Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder versi IV) yang dianggap
berhasil untuk menentukan kepribadian antisosial.
·
·
Memperhatikan gejala kepribadian pasien.
Biasanya sejak usia pasien 15 tahun mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan
kejiwaan.
·
Melakukan psikotes. Psikopat biasanya memiliki
IQ yang tinggi.
·
Melakukan tes pengetahuan. Psikopat biasanya
memiliki pengetahuan yang luas.
·
Jika ada anak berumur 3 tahun yang terlalu
genius, dan seharusnya anak tersebut tidak mungkin segenius itu, maka bisa jadi
anak tersebut psikopat.
Gejala-gejala psikopat
·
Sering berbohong, fasih, dan dangkal.
·
Egosentris dan menganggap dirinya hebat.
·
Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah.
Kadang-kadang psikopat mengakui perbuatannya, namun ia sangat meremehkan atau
menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.
·
Senang melakukan pelanggaran di waktu kecil.
·
Sikap acuh tak acuh terhadap masyarakat.
·
Kurang empati. Bagi psikopat, memotong kepala
ayam dan memotong kepala orang tidak ada bedanya.
·
Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif,
menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.
·
Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Tidak ada
waktu bagi seorang psikopat untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan
mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau
memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan
hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik dan mudah
menyerang orang hanya karena hal sepele.
·
Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan
hal-hal demi kesenangan belaka.
·
Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering
menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh.
Mereka juga tidak memiliki tanggapan fisiologis yang secara normal
diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar,
mulut kering, tegang, ataupun gemetar. Pengidap psikopat tidak memiliki
perasaan tersebut, karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah "dingin".
·
Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang
lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.
·
Biasanya sangat cerdas dan mungkin paling cerdas
ketika dibandingkan dengan anak-anak yang lain.
·
Biasanya banyak mengetahui sesuatu yang tidak
diketahuinya dan marah jika orang lain menyalahkannya. Merasa paling benar, dan
biasanya anggapannya itu memang benar.
·
Mengetahui sesuatu yang tidak diketahui.
Biasanya banyak yang benar dan sangat sedikit sekali yang salah.
·
Memiliki perkiraan dengan akurasi yang tinggi
(perkiraannya jarang salah dan kebanyakan adalah benar atau benar semuanya).
Ciri-ciri psikopat dari kesan pertama
Munculnya psikopat di tengah-tengah publik merupakan hal
yang mengerikan, namun apa daya, psikopat memiliki karakter yang cukup sulit
dikenali ketika mereka bergaul di masyarakat. Charles Montaldo, seorang Ahli
Kriminalitas, menjelaskan beberapa kesan yang diperlihatkan psikopat kepada
orang lain:
·
Pada kesan pertama, psikopat umumnya muncul
dengan ciri yang menawan, senang bersosialisasi, peduli dan ramah pada orang
lain.
·
Secara lahiriah, mereka tampak logis, masuk
akal, memiliki tujuan yang dipikirkan dengan matang, dapat memberikan
penjelasan secara akurat dan memberikan tanggapan yang sesuai bahwa ada
konsekuensi bagi para anti sosial dan pelanggar hukum.
·
Psikopat mampu menilai diri sendiri dan akan
dengan terbuka mengoreksi kesalahan di masa lalu.
·
Psikopat tidak menunjukkan gejala-gejala umum
perilaku neurotik, termasuk kegelisahan, kecemasan, histeria, perubahan suasana
hati, kelelahan ekstrem, dan sakit kepala.
·
Dan pada situasi yang membuat orang lain kesal
atau jengkel, psikopat malah terkesima dan memperlihatkan kekosongan emosi,
tanpa ada rasa takut atau cemas.
Karakteristik dan ciri-ciri psikopat
Dr. Robert Hare, Profesor Emiritus Psikologi di University
of British Columbia, menciptakan daftar karakteristik dan ciri-ciri psikopat
untuk menentukan seberapa lama penjahat akan tinggal di penjara, sehingga Dr.
Hare menghabiskan banyak waktu di penjara dengan para tahanan. Namun, sering kali
ia tertipu oleh banyak psikopat. Oleh karena itu, ia menyadari bahwa kita tidak
boleh hanya mengandalkan ciri-ciri dan langsung menganalisis setiap orang dalam
hidup Anda.
Informasi ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran saja.
Hal ini adalah sesuatu yang dapat Anda gunakan sebagai alat untuk menilai diri
sendiri dan menggunakannya secara bijaksana ketika menilai orang lain.
1. Memesona dan pintar berbicara
Orang sering mengira bahwa ciri-ciri psikopat adalah sifat
yang pendiam dan menyendiri. Padahal justru sebaliknya. Psikopat biasanya punya
kecenderungan untuk bertindak-tanduk baik, menarik, menawan, cerdik, dan pintar
berbicara. Pesona psikopat adalah tidak pemalu, sadar diri, dan tidak takut
untuk mengatakan apapun. Seorang psikopat tidak pernah merasa sulit berbicara.
2. Sombong dan memiliki arogansi tinggi
Psikopat merupakan seseorang yang memiliki pandangan yang
terlalu tinggi akan kemampuan dan harga dirinya, percaya diri, dogmatis,
sombong, dan pembual. Psikopat adalah orang-orang sombong yang percaya bahwa
mereka adalah manusia yang unggul.
3. Tak tahan rasa bosan
Psikopat sering kali memiliki kedisiplinan yang rendah dalam
menjalankan tugasnya hingga selesai, karena mereka mudah bosan. Mereka tidak
akan bisa bekerja dalam pekerjaan yang sama untuk waktu yang lama atau
tugas-tugas yang mereka anggap membosankan atau rutin.
4. Senang akan perilaku anti sosial yang membahayakan
Meskipun tindak kekerasan adalah ciri-ciri psikopat yang
sering disalahpahami banyak orang, seorang psikopat memang biasanya menyukai
hal yang membahayakan. Perilaku anti sosial seperti menipu, berbohong,
merampok, mencuri, berkelahi, berzinah, dan membunuh merupakan perilaku yang
menarik bagi psikopat. Mereka tampak tertarik dengan perilaku antisosial yang
berisiko tinggi tanpa tujuan yang jelas.
Beberapa teori menjelaskan bahwa psikopat hanya ingin
menempatkan diri mereka dalam situasi yang berbahaya atau situasi yang dapat
membuat mereka tertangkap, karena adrenaline rush yang mereka alami. Mereka
juga ingin membuktikan bahwa mereka lebih pintar dari semua orang, termasuk
polisi, sehingga tidak akan tertangkap kalaupun melakukan tindak kriminal.
5. Lihat sekali dalam berbohong
Bisa dalam skala sedang atau parah. Dalam skala sedang
mereka akan menjadi cerdik, lihai, mahir, licik, dan pandai. Dalam skala parah
mereka akan menipu, curang, tidak bermoral, manipulatif, dan tidak jujur.
6. Kurang rasa penyesalan atau rasa bersalah
Psikopat cenderung tidak peduli, tidak memihak, berhati
dingin, dan tidak empati. Oleh karena itu, psikopat tidak akan peduli akan
kerugian, rasa sakit,dan penderitaan korban.
7. Memiliki gaya hidup parasit
Ciri-ciri psikopat lain adalah memiliki ketergantungan yang
disengaja pada orang lain, misalnya dalam hal uang. Ia juga manipulatif, egois,
dan mengeksploitasi/memanfaatkan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya, karena
ia sendiri kurang motivasi, memiliki disiplin yang rendah, dan tidak mampu
menyelesaikan tanggung jawab.
8. Tidak dapat mengontrol perilaku
Psikopat memiliki perilaku mudah marah, jengkel, tidak
sabar, mengancam, agresif, dan mencaci maki. Hal tersebut hasil dari kurangnya
pengendalian akan kemarahan dan emosi.
9. Memiliki perilaku seksual yang tidak menentu
Psikopat cenderung memiliki hubungan asmara yang dangkal,
sering berselingkuh, dan memilih pasangan seksual secara sembarangan. Mereka
sering kali memelihara beberapa hubungan asmara di saat yang bersamaan.
10. Memiliki masalah perilaku sejak usia dini
Mereka sering melakukan berbagai perilaku seperti berbohong,
mencuri, melakukan kecurangan, merusak, mengintimidasi, beraktivitas seksual,
mengonsumsi alkohol, ngelem, dan melarikan diri dari rumah di usia kurang dari
13 tahun.
11. Tidak mampu untuk mencintai
Psikopat sangat egomaniak hingga ke titik yang sulit bagi
orang normal untuk memahaminya. Mereka sangat mementingkan diri sendiri dan hal
itu tidak dapat diubah, sehingga membuat mereka benar-benar tidak mampu
mencintai orang lain, termasuk orangtua, pasangan, dan anak-anak mereka
sendiri. Satu-satunya perlakuan baik yang diperlihatkan oleh psikopat adalah
ketika hal itu dapat digunakan sebagai keuntungan mereka atau memudahkan
rencana dan tujuan mereka.
12. Tidak dapat mempertanggungjawabkan kegagalan
Psikopat terpaksa harus berpura-pura ketika mereka harus
meniru emosi manusia normal yang sebenarnya tidak pernah ia rasakan. Hal ini
berlaku ketika mereka menghadapi kegagalan. Ketika mereka menjadi rendah hati
dan mencoba untuk memperbaiki kesalahan mereka, sebenarnya mereka memiliki
tujuan untuk berperan sebagai martir sehingga orang lain tidak perlu
menyalahkannya.
Ada beberapa perbedaan dari perilaku para psikopat, termasuk
seksualitas psikopat dan cara kerja psikopat. Kebanyakan penelitian tidak
menemukan metode yang tepat untuk menyembuhkan perilaku psikopat ini. Sebaliknya,
ketika metode digunakan, psikopat akan menjadi lebih terlatih dan meningkatkan
metode manipulatifnya untuk menyembunyikan kepribadian mereka yang sebenarnya,
bahkan dari mata yang terlatih.
Penyebab Psikopat
Penyebab pasti psikopat tidak bisa diidentifikasi secara
pasti. Gangguan ini diprediksi timbul karena pengaruh genetik dan pengalaman
traumatis masa kecil. Disimpulkan demikian, karena psikopat biasanya tumbuh
dari latar belakang keluarga yang tidak harmonis.
Ketidakharmonisan tersebut bisa dalam bentuk adanya
pelecehan dan penelantaran anak, orang tua yang kecanduan alkohol, atau
perkelahian orang tua. Psikopat sendiri lebih sering ditemukan pada kaum pria
dibandingkan perempuan.
Bagaimana Menentukan Seseorang adalah
Psikopat?
Seorang psikopat cenderung memiliki pemahaman diri yang
rendah dalam menggambarkan keluhan yang dirasakan. Orang dengan gangguan
kepribadian antisosial seperti psikopat hampir tidak pernah merasa perlu untuk
berkonsultasi ke dokter karena gangguan yang dideritanya. Mereka seringkali
baru diperiksa oleh dokter karena telah melanggar hukum, atau perilakunya
menimbulkan dampak buruk bagi dirinya dan orang lain. Diperlukan serangkaian
pemeriksaan untuk menentukan apakah seseorang benar-benar memiliki gangguan
perilaku antisosial ini. Berikut tahapan pemeriksaan yang bisa dilakukan
dokter:
Penelurusan riwayat kehidupan dan tipe kepribadian seseorang
yang dicurigai psikopat.
Dokter juga akan melakukan evaluasi psikologis untuk
memeriksa dengan saksama pikiran, perasaan, pola perilaku, dan riwayat
keluarga. Evaluasi psikologi juga mungkin termasuk tes psikologi tentang
kepribadian seseorang, dan bagaimana pikiran orang tersebut mengenai keinginan
bunuh diri, menyakiti diri sendiri atau orang lain.
Memeriksa gejala-gejala lain yang terkait dengan gangguan
kesehatan mental.
Pemeriksaan di atas harus dilakukan karena dalam kehidupan
sehari-hari, psikopat bisa saja tampil normal dan tak menonjol. Mereka bisa
memiliki profesi tetap selayaknya manusia normal. Namun, jika memiliki tanda-tanda
yang mencurigakan ke arah gangguan kepribadian, sebaiknya konsultasikan ke
dokter.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar